Komparasi Trans Jawa

Kuliner Sepanjang Tol Trans Jawa, Citarasa Mal Sampai Angkringan

Kompas.com - 16/01/2019, 15:22 WIB

Baca juga: Biaya Perjalanan Jalur Darat Trans Jawa dalam 2 Skenario


Harga Mengejutkan

Dalam perjalana ini, Tim A yang menelusuri Tol Trans Jawa, juga menyempatkan mampir ke Rest Area KM 429 A, di Ungaran. Fasilitasnya termasuk lengkap, ada berabagai merek restoran ternama di sini. Tapi, kami memutuskan untuk makan angkringan yang terdapat di bagian belakang fasilitas ini. Dari empat orang, hanya tiga yang makan.

Menu yang dipilih untuk bertiga, dua nasi kucing (isi teri), empat tahu bakso goreng, dan 6 tusuk beragam sate khas angkringan, seperti usus, ati amplea, dan telor puyuh. Kami berempat juga memutuskan untuk meminum teh hangat manis untuk menemani waktu beristirahat.

Total biaya yang dikeluarkan untuk makanan ini Rp 83.000-an. Harga ini punya perbedaan kalau dibandingkan dengan angkringan yang buka di dekat kantor Palmerah, Jakarta Selatan. Dengan menu serupa, bisa dinikmati dengan biaya 20 persen lebih terjangkau.

Pemberhentian selanjutnya juga dilakukan tim A, tepatnya pada KM 626A, di ruas Tol Ngawi-Kertosono, mampir lagi. Kali ini, sajian yang kami nikmati bakso kuah dengan lontong, citarasa lokal yang unik tapi nikmat. Enam mangkok, satu lontong, tiga bungkus kerupuk kemasan, dan empat teh hangat tawar, kami lahap. Biaya yang dihabiskan Rp 130.000, harga yang kami anggap pantas, karena cukup nikmat menghabiskan sore hari sebelum melanjutkan perjalanan menuju Surabaya yang sudah tidak terlalu jauh lagi jaraknya.

Baca juga: Komparasi BBM Xpander Melintasi Jalur Trans-Jawa, Tol Versus Reguler

Satu lagi, minimarket yang tersedia hampir di seluruh Rest Area juga punya makanan yang menarik. Memang tidak ideal untuk makanan sehari-hari, tapi untuk mendapatkan mie instan yang hangat, bisa diperoleh dengan biaya terjangkau. Juga ada teh seduh dan kopi sasetan. Buat mengganjal, beragam roti kemasan, bakpao, atau gorengan yang juga lumayan jadi alternatif.

Meski bisa dimakan, tetapi dengan segala keterbatasan, berbeda kalau menempuh perjalanan lewat jalan biasa (non-tol). Pilihan makanan dan restoran akan lebih beragam tergantung dari kota mana yang dilalui. Bisa disimpulkan, kuliner bisa menjadi kekurangan rute tol, selama perjalanan Komparasi Trans Jawa. Tim B yang lewat jalur pantura, punya pilihan makanan yang jauh lebih beragam.

Mungkin, alternatif yang bisa dilakukan kalau mau mencari makan, bisa keluar di pintu tol kota tertentu dan mencari di sana. Setelah kenyang, baru kemudian melanjutkan lagi perjalanan masuk ke tol, sehingga waktu tempuh tidak terlalu molor.  

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X