Merek Otomotif Baru dan yang Bangkit di 2019

Kompas.com - 14/01/2019, 07:02 WIB
Suasana padat di IIMS 2016. Setelah direkapitulasi ulang, data transaksi tembus Rp 3 tirliun.Dyandra Promosindo Suasana padat di IIMS 2016. Setelah direkapitulasi ulang, data transaksi tembus Rp 3 tirliun.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi bahwa pasar otomotif sepanjang 2019 ini, kurang lebih mirip seperti 2018. Total penjualan mobil baru pun ditargetkan tembus sekitar 1,1 juta unit.

Kondisi itu juga kurang lebih berlaku untuk penjualan sepeda motor baru sepanjang tahun ini, yang ditargetkan serupa dengan tahun lalu, yakni sekitar 6 juta hingga 6,3 juta unit.

Bahkan, meski ini merupakan tahun politik tetapi diyakini tidak memberikan dampak negatif untuk industri otomotif sehingga pasar tetap kondusif.

Baca juga: Lambretta Balik Lagi ke ASEAN, Masuk ke Indonesia?

Apabila dibandingkan dengan tahun lalu, pada 2019 ini banyak yang berbeda. Paling utama, yakni ada beberapa merek baru hingga mencoba bangkit lagi untuk bersaing di pasar otomotif nasional. Kumpulan informasi ini coba dirangkum dalam sajian yang tentu saja masih prediksi sifatnya.

Merek Roda 2

Skuter LambrettaPaultan Skuter Lambretta

Salah satu yang menjadi pusat perhatian pecinta skuter legendaris, yakni informasi mengenai kembalinya merek Lambretta ke ASEAN. Lambretta juga mau hadir lagi di Indonesia dengan membawa dua model, yaitu V200 dan V125.

Kedua model itu merupakan jagoan Lambretta di ASEAN, seperti yang sudah diluncurkan akhir tahun lalu di Thailand.

Merek Roda 4

SUV Proton X70Paultan SUV Proton X70

Berbeda dengan merek motor, untuk mobil kebanyakan yang terlahir kembali, seperti Proton, hingga Renault. Dimulai dari merek otomotif asal Malaysia, yang rencananya tahun ini akan eksis lagi melalui beberapa produk baru.

Belum lagi, Proton juga dikabarkan akan mengikuti dua pameran otomotif, yaitu Indonesia International Motor Show (IIMS) dan juga GIIAS 2019.

Baca juga: Tahun Depan Proton Bawa X70 ke Indonesia

Berbeda dengan Proton, Renault informasinya akan berganti status kepemilikan agen pemegang merek (APM). Rumors dari Group Indomobil akan diambil alih oleh Nusantara Group.

Nah, sangat menarik bukan dan patut ditunggu gebrakan-gebrakan dari beberapa merek otomotif itu.



Close Ads X