Nasib Toyota Camry Bergantung pada Kuota Impor

Kompas.com - 09/01/2019, 08:02 WIB
All New Camry resmi diluncurkan Selasa (8/1/2019)Kompas.com/Setyo Adi All New Camry resmi diluncurkan Selasa (8/1/2019)

Jakarta, KOMPAS.com – PT Toyota Astra Motor ( TAM) resmi meluncurkan generasi terbaru Camry di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (8/1/2019). Sedan menengah ini dipasarkan ke Indonesia via impor utuh alias completely built up ( CBU) dari Thailand.

Direktur Pemasaran TAM Anton Jimmy, mengatakan, sepanjang tahun lalu (2018), rata-rata penjualan Camry berada di level 100 unit per bulan. Jadi, kalau ditotal sekitar 1.200 unit sepanjang tahun, kata dia.

Menyoal penjualan tahun ini, pihak Toyota mengakui, kalau ada upaya pemerintah untuk mengerem impor, salah satunya produk otomotif. Kondisi ini memaksa Toyota hanya bisa menjual Camry sesuai jatah yang ditentukan pemerintah karena berstatus CBU.

“Kalau melihat dari kuota, kita mengerti Indonesia mau menjaga impornya juga. Understanding that, kita akan comply dikasih kuota berapa, kita akan ikuti,” kata Anton di sela peluncuran.

Baca juga: Detail Perubahan Toyota All New Camry

All New Camry resmi diluncurkan Selasa (8/1/2019)Kompas.com/Setyo Adi All New Camry resmi diluncurkan Selasa (8/1/2019)

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Keuangan, sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 110 Tahun 2018-perubahan atas PMK No. 34 Tahun 2017. Regulasi ini mengatur pembatasan impor sejumlah 1.147 barang konsumsi. Kebijakan ini dilakukan dengan menaikkan tarif  Pajak Penghasilan (PPH) Pasal 22 sebesar 7,5 persen sampai 10 persen.

Sesuai semangat pemerintah mengurangi defisit neraca berjalan, semua aktivitas impor akan direm. Kementerian Perindustrian sebagai pembina industri otomotif, juga memperketat jatah impor mobil-mobil CBU ke Indonesia. Pengajuan impor yang sebelumnya berjangka 1 tahun, kini harus dilakukan periodik per bulan.

Hal ini juga dibenarkan Anton, yang mengatakan, setiap bulan TAM bakal mengajukan impor Camry sesuai permintaan pasar. Tetapi, berapa unit yang bakal lolos masuk Indonesia, jumlahnya kemungkinan besar bakal lebih sedikit dari periode 2018.

Baca juga: Toyota Bantah Avanza Laris Karena Diskon

Kuota ini kan berjalan, terus bergulir, kalau berdasarkan bulan pertama, kemudian (bulan) kedua bisa tambah, nanti bulan ketiga bisa tambah lagi, bisa saja. Nanti baru terlihat di bulan ketiga lah, besar kecilnya (kuota). Tapi memang pemerintah meminta impor tahun ini lebih kecil dari average tahun lalu,” kata Anton.

Pihak TAM mengakut, sepanjang 2018, Camry menguasai pangsa pasar sedan menengah di Indonesia mencapai 50 persenan, dengan jumlah 1.200-an unit. Kalau ditotal, maka volume market sedan menengah di Indonesia sepanjang tahun lalu hanya berkisar 2.000-an unit saja.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X