Faktor Psikologis Jadi Krusial Saat Melaju Kencang di Tol

Kompas.com - 08/01/2019, 08:42 WIB
Honda CR-V Turbo Melintas Tol Trans Jawadok.HPM Honda CR-V Turbo Melintas Tol Trans Jawa

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkendara di jalan tol cenderung membuat pengemudi memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ini karena kemudahan jalan yang dilalui tanpa hambatan membuat kesempatan mobil melaju kencang kerap ditemui.

Ini juga yang dirasakan tim Kompas.com saat melakukan ekspedisi komparasi tol Trans Jawa dengan jalur Pantura dari Jakarta menuju Surabaya. Beberapa kali tim harus mengingat batas kecepatan kendaraan agar tidak terlalu kencang.

Senior Driving Consultant dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengungkapkan, berkendara di jalan tol boleh saja dengan kecepatan tinggi, selama dalam batas kecepatan yang ditentukan. Selain itu ada faktor psikologis saat mobil melaju dengan cepat.

“Semakin cepat itu adrenalin pengemudi akan semakin tinggi. Efeknya jarak pandang menyempit. Ini mempengaruhi cara berkendara, pengemudi kurang awas dengan sekeliling,” ucap Sony saat dihubungi Senin, (7/1/2019).

Baca juga: Beraksi Layaknya Pebalap F1 di Ruas Tol Trans Jawa

Sony mengungkapkan, dalam berkendara dengan kecepatan tinggi pengemudi harus berusaha rileks. Baik secara tubuh maupun pikiran.

Ini agar pengemudi masih mampu untuk memutuskan segala sesuatu yang berkaitan dengan mengemudi kendaraan secara aman. Terutama dalam menilai kondisi lingkungan sekitar jalan tol yang memiliki banyak faktor penyebab kecelakaan.

“Kedua, bisa tidak pengemudi membaca situasi dan lingkungan yang berubah. Baik rambu maupun pengendara lain. Ini mengapa pengemudi tidak boleh memiliki ego besar dan terus melakukan pola berkendara defensif,” ucap Sony.

Faktor-faktor yang tidak diketahui selama perjalanan di tol antara lain kondisi jalan dalam hal ini kontur yang berbeda, cuaca, kelembaban udara, serta angin. 



Close Ads X