Nissan Siap Bantu Komunitas Livina yang Terdampak Tsunami Banten

Kompas.com - 24/12/2018, 08:02 WIB
Komunitas Nissan Grand Livina ikut menjadi korban tsunami BantenKomunitas Nissan Livina Komunitas Nissan Grand Livina ikut menjadi korban tsunami Banten

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejadian bencana alam tsunami yang melanda wilayah Banten dan sekitarnya berdampak besar terhadap kondisi wilayah tersebut. Ini termasuk jaringan infrastruktur dan juga kerugian materil.

Salah satunya yang viral di sosial media adalah kerusakan yang dialami komunitas Nissan Grand Livina. Komunitas tersebut tengah merayakan hari jadi saat tsunami melanda Sabtu (22/12/2018) malam.

Dari informasi yang dikumpulkan, terdapat 25 unit Grand Livina rusak akibat terhempas ombak. Beruntung tidak ada korban jiwa dari komunitas Grand Livina tersebut.

Nissan Motor Indonesia ( NMI) sebagai pemegang merek langsung merespons kabar tersebut. Mereka berusaha semaksimal mungkin membantu konsumen yang mobilnya terdampak bencana.

“Kami turut berduka atas bencana yang menimpa penduduk dan orang-orang disekitar lokasi kejadian tersebut, termasuk yang menimpa komunitas Grand Livina. Dari pihak Nissan Indonesia, sejauh laporan yang diterima tidak ada yang terkena dampak korban jiwa maupun kerugian bangunan,” ucap Deputy Director Communication NMI, Troy Pantouw saat dihubungi, Minggu (23/12/2018).

Satu Dekade Grand Livina Tanpa Generasi Baru

Troy juga mengungkapkan simpati yang mendalam atas peristiwa yang menimpa komunitas Grand Livina. Komunitas Grand Livina adalah komunitas penggemar dan pecinta kendaraan Grand Livina yang keberadaannya penting bagi Nissan.

“Pada saat ini tim kami sedang berkoordinasi lebih lanjut dengan rekan-rekan komunitas Grand Livina tersebut. Termasuk juga berkoordinasi dengan diler-diler terdekat untuk membantu semaksimal mungkin terhadap kendaraan yang terdampak bencana nantinya,” ucap Troy.

Berdasarkan informasi Humas Grand Livina (Gravinci), Arif Supriadi para pemilik Grand Livina meninggalkan kendaraan mereka di lokasi kejadian. Saat ini menyelamatkan diri dan memulihkan diri dari trauma bencana adalah yang utama.

“Kami mungkin kembali setelah akses utama diperbaiki. Kami menitipkan kendaraan pada anggota yang tinggal di sekitar lokasi. Penyelamatan kendaraan sepertinya harus memakai alat berat, kami tunggu sampai kondisi pulih seperti sedia kala,” ucap Arif.

 




Close Ads X