Berjalan 46 Hari, Tilang Elektronik Blokir 484 Kendaraan

Kompas.com - 18/12/2018, 07:42 WIB
Uji coba ETLE atau tilang elektronik berlaku selama satu bulan sejak 1 Oktober 2018. KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRIUji coba ETLE atau tilang elektronik berlaku selama satu bulan sejak 1 Oktober 2018.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak 46 hari electronic traffic law enforcement (E-TLE) resmi diberlakukan, polisi sudah melakukan pemblokiran ratusan kendaraan. Jumlah tersebut terhitung sejak 1 November hingga 16 Desember 2018.

"Sampai 16 Desember sudah 484 kendaraan terblokir karena tidak mematuhui kewajiban hukum dari sistem E-TLE," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (17/12/2018).

Sebelum dilakukan pemblokiran kendaraan, pelanggar dikirimkan peringatan berupa surat konfirmasi terlebih dahulu. Selama lima hari pelanggar diberikan waktu untuk melakukan klarifikasi.

Baca juga: Bagaimana dengan Pelanggar Tilang Elektronik yang Sudah Balik Nama?

Hal ini merupakan prosedur E-TLE bagi pelanggar untuk melakukan proses konfirmasi atau klarifikasi atas pelanggaran lalu lintas yang dilakukan menggunakan kendaraannya.

Namun menurut Budiyanto, para pelanggar tidak menghiraukan surat klarifikasi maupun putusan dendan pelanggaran lalu lintas yang terekam dari CCTV. Karena itu terjadi pemblokiran pada kendaraannya.

Kendaraan bermotor melintasi kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (19/9/2018). Poldan Metro Jaya bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) yang akan diuji coba pada Oktober 2018 sepanjang jalur Thamrin hingga Sudirman.MAULANA MAHARDHIKA Kendaraan bermotor melintasi kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (19/9/2018). Poldan Metro Jaya bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) yang akan diuji coba pada Oktober 2018 sepanjang jalur Thamrin hingga Sudirman.
"Pelanggar sudah dikirim surat konfirmasi dan telah diberikan waktu lima hari, namun yang bersangkutan tidak memberikan klarifikasi atau tidak mengkonfirmasi. Setelah ada penetapan dari pengadilan diberikan ruang waktu satu minggu, yang bersangkutan juga tidak membayar denda tilang," ucap Budiyanto.

Lebih lanjut Budiyanto menjelaskan untuk penetapan jumlah denda dan hasil putusan sidang bisa dipantau langsung oleh pelanggar melalui laman resmi Pengadilan Negeri yang ada pada lima wilayah di DKI. Secara total, ada 4.950 kendaraan yang melanggar dan tertangkap CCTV. Dari jumlah tersebut 3.210 kendaraan telah terkonfirmasi.

"Sebanyak 4.950 kendaraan tercapture, 3.210 terkonfirmasi, 889 kendaraan telah menkonfirmasi, 519 kendaraan terbayarakan, 716 kendaraan mendapat penetapan atau vonis, dan 484 kendaraan terblokir," kata Budiyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.