Kaleidoskop Otomotif 2018

Kaleidoskop 2018: Implementasi Diesel Biosolar B20

Kompas.com - 17/12/2018, 17:42 WIB
Biosolar B20 Pertamina Dok. PertaminaBiosolar B20 Pertamina

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun 2018 menjadi tonggak baru bagi industri otomotif di Indonesia. Pada Agustus 2018 lalu, pemerintah meluncurkan secara resmi program Biodisel B20 berbarengan dengan ajang pameran otomotif tahunan.

Pemerintah mengungkapkan penggunaan biodisel dengan bauran 20 persen minyak nabati (B20) atau campuran 20 persen minyak kelapa sawit, diperkirakan menghemat devisa hingga 21 juta dollar AS per hari atau 5,6 miliar dollar AS per tahun. 

Kebijakan ini juga didukung keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) No 66 tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres No.61 tahun 2015 tentang Perhimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Perpres ini dibuat untuk melengkapi Permen ESDM No 41 tahun 2018 tentang penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis Biodisel dalam Kerangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Awal mulanya B20 ini adalah bahan bakar wajib kepada kendaraan bersubsidi atau public service obligation (PSO) seperti kereta api. Namun B20 akan wajib digunakan pada kendaraan non-PSO seperti alat berat di sektor pertambangan, traktor, eskavator termasuk kendaraan pribadi.

Ini Efek dan Solusi Isuzu bila Tenggak Solar B20

Maka mulai 1 September 2018 penggunaan bahan B20 mulai diimplementasikan pada seluruh kendaraan. Pelaksanaannya terbilang mulus meski ada beberapa isu yang perlu dijelaskan kepada pemilik kendaraan pribadi tersebut.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo) melalui Ketua Umum Yohanes Nangoi mengungkapkan B20 tidak memberikan perbedaan dalam penggunaan bahan bakar selama ini. Dikatakan dari segi performa tidak terlalu terasa ada perbedaan.

Penggunaan B20 dikatakan memiliki soap effect untuk membersihkan tangki bahan bakar dan saluran bahan bakar. Ini juga yang ditekankan para produsen kendaraan diesel untuk konsumen agar lebih memperhatikan penggantian filter bahan bakar selama pemakaian kendaraan.

Beberapa asosiasi lain yang berkomentar mengenai kebijakan ini antara lain Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (Alfi), dan Organisasi Angkutan Darat (Organda).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X