Penambahan Diler Jadi Strategi Toyota di 2019

Kompas.com - 15/12/2018, 08:42 WIB
Toyota Astra Motor Workshop Sunter, Jakarta Utara.Dimas Wahyu Toyota Astra Motor Workshop Sunter, Jakarta Utara.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang pergantian tahun, produsen otomotif mulai ancang-ancang untuk mempersiapkan strategi menggandeng pasar. 2019 banyak dipandang pelaku industri sebagai tahun yang perlu diwaspadai dalam hal iklim berusaha sebab terkait pemilihan umum.

Namun Toyota sebagai salah satu produsen kendaraan memandang tahun depan cukup optimistis. Ini diungkapkan Executive General Manager PT Toyota Astra Motor ( TAM) Fransiscus Soerjopranoto yang mengungkapkan pasar otomotif akan mengalami kenaikan.

“Kalau dilihat data lima tahun lalu memang pasar akan melambat. Namun kali ini kondisinya berbeda karena adanya maker-maker baru yang membuat pasar naik,” ucap Soerjo yang ditemui beberapa waktu lalu.

Soerjo mengungkapkan, situasi tahun depan sulit, bukan kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi pasar. Justru tahun depan dipandang Toyota sebagai tahun yang menantang.

Toyota Mau Produksi Sienta dengan Fitur Khusus untuk Difabel

-- -

Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain selain hadirnya produk baru dari produsen baru, juga dari pola pembelian konsumen, cara pemakaian yang berubah yang membuat Toyota juga perlu mengantisipasi perubahan tersebut.

Untuk itu Soerjo mengungkapkan strategi yang digunakan masih sama yakni memperbanyak layanan bagi konsumen Toyota.

“Kita tetap utamakan konsumen. Dia beli mobil bagaimana jaringan purna jual. Saat ini kita punya 319 outlet. Tiap tahunnya target kita bertambah 10 outlet artinya tahun depan sekitar 320 outlet,” ucap Soerjo.

Penambahan ini karena Toyota ingin layanan bagi konsumen hadir semakin dekat dengan konsumen. Ini untuk menyediakan layanan servis kendaraan yang tidak jauh dari tempat tinggal konsumen.

Toyota Masih Pertahankan Sienta Tahun Depan

Armada THS Auto2000 di Lampung.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Armada THS Auto2000 di Lampung.

“Jadi tidak perlu ke kota. Mungkin bisa di kabupaten sudah ada outlet. Sekarang kan ada otonomi daerah, dia punya pengembangan daerah sendiri. Kita juga sediakan mini bodi repair,” ucap Soerjo.

Selain itu tentu ada pembaruan produk. Untuk bagian ini, Soerja berkata tunggu waktu.

“Pasti ada pembaruan produk. Tunggu saja,” ucap Soerjo.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X