Konsumsi Bahan Bakar Yamaha Freego untuk Harian Cukup Mengejutkan

Kompas.com - 15/12/2018, 08:02 WIB
Skutik Yamaha Freego dalam pengujian harianKompas.com / Setyo Adi Skutik Yamaha Freego dalam pengujian harian

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah membahas beragam fitur di Freego S ABS, kini topik beralih pada performa mesin dan konsumsi bahan bakar. Skutik yang dibanderol harga Rp 22,5 juta ini menggunakan mesin 125 cc SOHC.

Mesin ini mengeluarkan tenaga 9,3 tk pada putaran 8.000 rpm dan torsi 9,5 Nm pada putaran 5.500 rpm. Perbandingan kompresiya 9,5:1.

Dari pengujian yang dilakukan selama beberapa hari, mesin ini cukup memberikan tenaga di jalan perkotaan. Meski tidak bisa dibilang responsif saat putaran awal, namun ketika di putaran tengah limpahan tenaga terasa cukup besar.

Beberapa kali pengendara menggunakan Freego menuju area parkir gedung bertingkat yang melewati jalan menanjak. Tenaga Freego dengan mudah melewati jalanan tersebut.

Catatan tersendiri untuk ukuran ban yang digunakan skutik ini. Ban depan 100/90-12M/C 59 J  dan belakang 110/90-12M/C 64L, keduanya tubeless, mampu menyalurkan tenaga mesin dengan baik plus dengan feeling berkendara yang lebih mantap.

Baca juga: Yamaha Kucurkan Dana Rp 2,1 Triliun buat Grab

Dari suspensi, Freego menggunakan suspensi depan teleskopik dan belakang unit swing. Penilaian selama harian terasa cukup lembut untuk melewati kontur jalan yang tidak terlalu mulus.

Untuk pengereman, skutik yang memiliki jarak sumbu roda 1.275 mm ini menggunakan rem depan single disc dan rem belakang drum brake. Spesifikasi rem ini cukup untuk memperlambat laju motor berbobot kosong 100 kilogram ini, meski terasa lamban.

Nilai tambah keamanan pengereman juga ditunjang fitur ABS. Juga fitur smart lock yang difungsikan di tuas kiri pengereman untuk keamanan berhenti di lampu merah atau turunan dan tanjakan.

Freego juga disertai fitur Stop Start System (SSS) untuk efisiensi bahan bakar. Ia akan bekerja dengan mengaktifkan tombol yang berada di sisi kanan kemudi, mesin akan mati ketika motor berhenti atau dalam keadaan idle misal di lampu merah. Untuk menyalakan mesin pengemudi tinggal memutar tuas gas, cukup mudah.

Baca juga: Performa dan Handling Freego S ABS

Skutik Yamaha Freego dalam pengujian harianKompas.com / Setyo Adi Skutik Yamaha Freego dalam pengujian harian

Konsumsi bahan bakar

Freego memiliki ukuran tangki sebesar 4,2 liter. Tangki tersebut berada di bawah dek, namun dengan posisi leher berada dekat kemudi bagian kiri.

Yamaha sudah mengungkapkan keamanan tangki ini terjamin karena diberikan plat pelindung tambahan. Untuk pengisiannya pun dipermudah dengan hanya menekan tombol di sisi tuas Smart Key.

Pengujian ini menggunakan metode fuel to fuel. Pertama motor diisi bensin Pertamax sampai leher tangki, kemudian dipakai beberapa kilometer, lalu diisi lagi bensin hingga ke posisi semula. Dari jumlah bensin yang diiskan tersebut akan dibagi dengan jarak yang ditempuh.

Pada pengujian pertama, fitur SSS tidak diaktifkan alias motor bekerja layaknya skutik biasa. Setelah menempuh jarak 116,8 kilometer ketika diisikan kembali mengisi bensin sejumlah 2,898 liter. Kalau dikalkulasi, maka konsumsinya menjadi 40,303 kilometer per liter.

Pengujian kedua, fitur SSS diaktifkan. Setelah menempuh jarak 109,4 kilometer, pengisian bensin sebanyak 2,44 liter. Ini artinya konsumsi rata rata menjadi 44,8 liter. Terlihat memang penggunaan SSS cukup berpengaruh pada konsumsi bahan bakar rata-rata. Hasil ini terbilang cukup mengejutkan, karena tergolong relatif irit.

Baca juga: Sensasi Riding Yamaha FreeGo buat Harian

Pengujian ini dilakukan dengan pengendara berbobot 80 kilogram, penggunaan harian dengan kondisi jalan beragam, digunakan sendiri maupun berboncengan. Hasil berbeda mungkin bisa ditemukan dengan kondisi berbeda.

Hasil konsumsi bahan bakar rata-rata di pengujian pertama Freego tanpa mengaktifkan SSSKompas.com/Setyo Adi Hasil konsumsi bahan bakar rata-rata di pengujian pertama Freego tanpa mengaktifkan SSS

Kesimpulan

Freego S ABS menjadi model termewah di kelas skutik entry level Yamaha saat ini. Harganya pun sudah bersinggungan dengan kelas Maxi Yamaha, yang di dalamnya terdapat Lexi dengan banderol Rp 20,150 juta.

Namun, Yamaha mengklaim tidak mengganggu keduanya. Konsumen dua model ini memiliki tipe yang berbeda. Untuk fungsionalitas, Freego adalah pilihan logis dengan fitur-fitur yang dimiliki sangat cocok untuk harian.

Sekarang tinggal bagaimana konsumen memilih sesuai dana dan kebutuhan. Freego dengan beragam fiturnya jelas menjadi pilihan yang sulit untuk tidak dilirik.



Close Ads X