Bisnis Bikin Mobil Kinclong yang Sedang Tren

Kompas.com - 10/12/2018, 19:47 WIB
Proses poles sebelum pelapisan coating nanoOtomania/Setyo Adi Proses poles sebelum pelapisan coating nano

Jakarta, KOMPAS.com - Industri otomotif Indonesia yang terus berkembang, berimbas positif pada sektor layanan purna jual. Salah satunya adalah bisnis proteksi bodi dan cat mobil yang sedang menggeliat.

Awalnya, masyarakat mungkin hanya mengenal poles bodi mobil untuk membuat mobil semakin mengkilap. Seiring perkembangan teknologi, poles bodi ini berkembang menjadi paint protection dengan ragam teknologi, antara lain coating.

Di pasaran ada banyak yang menawarkan jasa coating dengan pilihan seperti nano ceramic, sapphire serum dan lain-lain. Intinya tetap sama, yakni melapis permukaan cat mobil dengan lapisan khusus yang mampu menangkal kehadiran jamur atau efek negatif sinar matahari.

"Sebenarnya yang harus masyarakat ketahui adalah, coating berbeda dengan poles biasa. Kami tidak hanya membuat mobil jadi lebih mengkilap, tapi juga melapisi cat mobil dengan lapisan khusus, yang bisa membuat warna cat jadi lebih tahan lama," jelas Yaska Wu, Chief Operating Officer, High Definition Car Care Indonesia (HDCCI), kepada Kompas.com, Senin (10/12/2018).

HDCCI adalah salah satu perusahaan yang menawarkan jasa nano ceramic coating. Tidak hanya menyasar retail, HDCCI juga membuka kesempatan buat masyarakat yang ingin terjun ke bisnis ini.

Baca juga: Salah Kaprah soal Coating Mobil

"Kami tidak menyebut franchise tapi lebih ke kerja sama. Karena kami tidak ada franchise fee atau komisi. Masyarakat yang ingin berinvestasi, cukup menyediakan tempat untuk workshop dan kami akan sediakan semua bahan-bahannya serta teknisi yang berpengalaman," jelas Yaska.

HDCCI sudah berjalan sejak 2015 lalu, dan sampai tahun ini sudah menggandeng 24 investor dari Medan sampai dengan Manado.

Selain HDCCI, ada juga Topcoat dari Makko Group yang menawarkan franchise di bisnis coating ini. Topcoat sendiri melayani coating dengan proses nano ceramic sampai sapphire serum.

“Industri otomotif dengan bidang auto detailing sedang berkembang. Kami menawarkan waralaba Topcoat kepada investor dengan konsep bengkel auto detailing dan coating,” ujar Christopher Sebastian, President Director Topcoat Indonesia beberapa waktu.

Lalu berapakah angka yang ditawarkan bila kita tertarik membuka bisnis auto detailing ini? HDCCI membuka angka di Rp 300 juta, sementara Topcoat ada di angka Rp 325 juta. Nilai tersebut belum termasuk tempat workshop.



Close Ads X