Polisi Bisa Tilang Konvoi Kendaraan yang Melanggar Aturan

Kompas.com - 10/12/2018, 09:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemandangan yang sering terlihat ketika para suporter sepak bola atau organisasi masyarakat (ormas) melakukan konvoi kendaraan, tidak mengindahkan aturan lalu lintas.

Sebagai contoh, rombongan tersebut banyak yang tidak menggunakan helm, menerobos lampu merah, hingga duduk di atas bus atau mobil sambil mengibarkan bendera. Padahal, di lokasi sekitar itu banyak polisi lalu lintas berjaga.

Lantas, apakah dalam kondisi seperti itu polisi memberikan toleransi kepada rombongan tersebut, sehingga tidak dilakukan tindakan?

Menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, tidak seperti itu. Sebelumnya, polisi sudah memberikan imbauan agar selalu mematuhi rambu dan aturan lalu lintas.

Baca juga: Sanksi Tilang Bisa Membangun Budaya Tertib Lalu Lintas

"Jadi kita imbau dulu untuk tetap tertib di jalan dan utamakan keselamatan. Tetapi jika melanggar bisa saja kita tilang," ucap Budiyanto kepada Kompas.com, Minggu (9/12/2018) malam.

Banyak Pendukung Persija yang Tidak Mengindahkan Aturan Lalu LintasKOMPAS.com / Aditya Maulana Banyak Pendukung Persija yang Tidak Mengindahkan Aturan Lalu Lintas

Budiyanto melanjutkan, yang perlu diketahui bahwa penegakan hukum itu ada yang bersifat represif justice dan juga tilang yang represif non justice atau hanya melakukan teguran, seperti yang sudah dilakukan pada rombongan tersebut.

"Kalau ditilang itu juga tergantung jenis pelanggarannya. Apabila tidak menggunakan helm, melanggar pasar 291 dengan pindana satu bulan atau denda maksimal Rp 250.000," ujar Budiyanto.

Dua kubu massa pendukung yang berkonvoi saling mengkalim kemenangan Pilkada Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan terlibat saling ejek. Rabu, (15/2/2017).KOMPAS.com / ABDUL HAQ Dua kubu massa pendukung yang berkonvoi saling mengkalim kemenangan Pilkada Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan terlibat saling ejek. Rabu, (15/2/2017).

Sementara itu, Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) menambahkan, kata dia peraturan demi keselamatan pengguna jalan tetap harus diprioritaskan, apapun tujuan dari perjalanan kendaraan yang bersangkutan.

"Konvoi di jalan raya mutlak memperhatikan keselamatan semua pengguna jalan, termasuk memperhatikan hak pengguna jalan lain," kata Edo ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (9/12/2018) malam.

Edo melanjutkan, orang yang konvoi kendaraan itu jug seharusnya memiliki kesadaran bahwa sangat penting dalam mengutamakan keselamatan ketika berlalu lintas.

"Jadi harus bisa mewujudkan berlalu lintas jalan yang rendah risiko," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.