Belum Diproduksi, Bus Listrik Anak Bangsa Sudah Dapat Pesanan - Kompas.com

Belum Diproduksi, Bus Listrik Anak Bangsa Sudah Dapat Pesanan

Kompas.com - 06/12/2018, 14:24 WIB
Bus listrik milik PT Mobil Anak Bangsa.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Bus listrik milik PT Mobil Anak Bangsa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bus listrik buatan PT Mobil Anak Bangsa (MAB) diklaim telah mendapat animo yang cukup baik sejak pertama kali di pamerkan. Bahkan, bus yang tengah menjalani uji prototipe kedua ini pun telah banyak mendapat pesanan.

Hal ini diutarakan langsung oleh pendiri MAB, yakni Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko. Meski enggan menyebutkan secara spesifik berapa jumlah pemesanannya, namun Moeldoko mengakui bila sudah ada beberapa perusahaan yang minat meminang bus listrik tersebut.

"Ini sudah prototipe kedua, yang ketiga nanti akan diluncurkan. Untuk pemesanan ada lah, tapi rahasia. Untuk mass product sudah disiapkan, mudah-mudahan setelah nanti turunnya Perpres akan berjalan baik," kata Moeldoko saat menghadiri peresmian charging station di gedung BPPT, Rabu (5/12/20180.

Baca juga: BPPT Menilai Kendaraan Listrik Masih Punya Kendala

Moeldoko menjelaskan untuk masalah produksi massal bus listrik, sampai saat ini hanya tinggal menunggu Perpres mengenai kendaraan listrik yang ditargetkan keluar pada awal 2019 mendatang. Perpres tersebut nantinya akan menjadi pegangan bagi semua industri.

Bus listrik milik PT Mobil Anak Bangsa.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Bus listrik milik PT Mobil Anak Bangsa.

Sementara itu, Bambang Tri Soepandji selaku Tehnical Director MAB, menjelaskan bila bus listrik buatanya sudah lulu uji tipe. Namun sambil menunggu Perpres, pihaknya masih menjalan serangkaian uji coba sebelum nantinya masih ke tahapan produksi massal.

"Dari Kemenhub sudah lulus uji tipe, ini prototipe kedua sedang kita tes jalan mengenai masalah kaki-kaki. Jadi bus ini kita bikin modern tidak menggunakan per konvensional tapi langsung air suspension. Produksi sudah siap, kita tunggu regulasinya sambil melakukan perbaikan lagi," kata Bambang kepada Kompas.com di Komplek Puspiptek, Tangerang, Rabu (5/12/2018).



Close Ads X