Yamaha Ingatkan Pemerintah yang Ingin Masuk Era Motor Listrik - Kompas.com

Yamaha Ingatkan Pemerintah yang Ingin Masuk Era Motor Listrik

Kompas.com - 05/12/2018, 09:22 WIB
Skuter listrik Yamaha E-Vino.Febri Ardani/KompasOtomotif Skuter listrik Yamaha E-Vino.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepeda motor listrik mau menjadi produk masal di masa depan. Ini diungkapkan Presiden Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Minoru Morimoto ketika ditanyakan mengenai langkah pemerintah yang berencana melangkah lebih jauh menuju era kendaraan listrik dengan membangun pabrik baterai.

“Pada suatu hari nanti, motor listrik pasti akan datang. Kami tidak bisa menghindari hal tersebut. Namun tentu itu tidak mudah. Ada baterai, pengisian daya dan lainnya yang membutuhkan evolusi,” ucap Morimoto saat ditemui beberapa waktu lalu.

Morimoto juga mengingatkan infrastruktur memegang peranan penting untuk menerapkan transportasi berbasis listrik. Dan ini membutuhkan waktu yang cukup lama.

Soal langkah yang ditempuh pemerintah dalam pembangunan pabrik baterai, Minoru memilih tidak berkomentar. Namun ia mengingatkan problem utama baterai adalah kualitas yang berbeda-beda di tiap produk sepeda motor listrik atau ada perbedaan Baterry Management Control.

Baca juga: Ditantang Tingkatkan Ekspor, Yamaha Jelaskan Kendalanya

“Semua kendaraan harus memiliki hal tersebut dan setiap perusahaan seperti Yamaha tidak bisa mengatakan hal itu sama (baterai dan Battery Management Control). Ini harus diperbincangkan lebih lanjut, mungkin bersama AISI,” ucap Morimoto.

Morimoto mengingatkan, soal sepeda motor listrik, Yamaha sudah berkecimpung selama 15 tahun dengan pasar motor listrik terutama di Jepang, Taiwan dan Eropa. Produknya seperti yang sudah diperlihatkan beberapa waktu lalu bernama E-Vino.

Di Indonesia, kebutuhan sepeda motor masih mengikuti mesin motor konvensional. Harus bertenaga dan bisa dipakai jarak jauh. Konsep ini terus dipelajari untuk oleh Yamaha, karena keinginan tiap negara berbeda-beda.

“Menurut saya, sebagai awalan, pemerintah harus memikirkan insentif bagi motor listrik. Ini salah satu kunci utama agar penerapan motor listrik di Indonesia sukses. Saya kira itu. Di Taiwan dan Jepang pemerintah memberikan dukungan dengan insentif,” ucap Morimoto.



Close Ads X