Delapan Motor Kustom Tanah Air "Menyerang" Yokohama - Kompas.com

Delapan Motor Kustom Tanah Air "Menyerang" Yokohama

Kompas.com - 29/11/2018, 09:22 WIB
8 Motor builder lokasl siap ikuti Kustomfest Indonesia Attack 2018 8 Motor builder lokasl siap ikuti Kustomfest Indonesia Attack 2018

JAKARTA, KOMPAS.com – Untuk kedua kalinya Kustomfest akan hadiri membawa motor-motor kustom buatan anak bangsa di ajang Yokohama Hot Rod Custom Show 2018 ke-27. Total ada delapan motor kustom yang akan unjuk diri dalam program Kustomfest Indonesia Attack 2018.

Hal ini menjadi langkah nyata Kustomfest terus mendukung pergerakan dunia custom culture di Tanah Air ke tingkat yang lebih tinggi. Bahkan program Kustomfest Indonesian Attack berupaya mengangkat potensi keberagaman para builder Indonesia agar bisa bersaing di level internasional dengan segala kreativitas, ide, dan inovasinya.

Menurut Director Kustomfest Lulut Wahyudi, untuk tahun ini Kustomfest Indonesian Attack 2018 datang ke Yokohama Hot Rod Custom Show sebagai sebagai salah satu kiblat utama skema kustom kulture dunia, tampil dengan kualitas tinggi dan memperlihatkan identitas masing-masing builder.

Baca juga: Dorong Kreativitas, Suryanation Siapkan Konten Baru di 2019

“Dua penghargaan tahun lalu, menjadi pemicu kami untuk membawa karya lagi ke acara serupa. Kali ini kami memberangkatkan delapan motor kustom terbaik, semuanya datang dengan desain yang berbeda dan ini menjadi ciri khas Indonesia dengan segala budaya dan keberagaman yang justru menjadi kekuatan untuk bersatu mengangkat nama bangsa,” ujar Lulut dalam siaran resminya, Rabu (29/11/2018).

Badak Agung, motor kustom garapan AMS Garage Badak Agung, motor kustom garapan AMS Garage
Untuk delapan motor kustom yang hadir, yakni The Falcon karya Queenlekha Choppers (Yogyakarta), Kanjeng Nyai karya Psychoengine (Purwokerto), My Baager karya Imagineering Customs (Jakarta), Badak Agung karya AMS Garage (Bali), RCG 545 Chopper karya Ndra King (Bandung), Gerald 22 karya Geges Garage (Pekanbaru), Drakon karya Imagineering Customs (Jakarta), dan Gajah Ireng hasil garapan AMS Garage (Bali).

Seperti tahun lalu, Kustomfest Indonesian Attack 2018 kali ini juga mendapat dukungan dari Badan Ekonomi Kreatf (Bekraf) sebagai bukti bahwa desain produk berupa rancang bangun motor kustom merupakan sebuah kekuatan bangsa Indonesia dengan sumber daya alam melimpah.

Honda CB W-engine Kanjeng Nyai Honda CB W-engine Kanjeng Nyai
Triawan Munaf sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), mengatakan, sangat mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan Kustomfest, bahkan mendukung langkah para pelaku dan penggiat industi kreatif Indonesia khususnya sub sektor desain produk di bidang otomotif tampil mendunia dengan program Kustomfest Indonesia Attack 2018.

Baca juga: Daftar Karya Terbaik di Kustomfest 2018

“Apa yang dilakukan Kustomfest adalah sebuah langkah masif dan terstruktur dalam upaya memperkenalkan dan mempromosikan desain produk kreatif di level dunia, berupa rancang bangun kendaraan roda dua karya anak bangsa berbasis modifikasi,” ucap Triawan.

My Baager karya Imagineering Customs (Jakarta) My Baager karya Imagineering Customs (Jakarta)
Triawan juga menambahkan, soal dukungan Bekraf kedua kalinya ini, karena percaya para builder mampu menghasilkan karya yang unik dan berbeda tidak hanya di tanah air tetapi juga di mata dunia internasional. Hal tersebut diklaim dapat memicu pelaku-pelaku sub sektor lain untuk bersemangat memajukan kualitas ekonomi kreatif di Indonesia.



Close Ads X