Pebalap Mulai Bahas Pengalaman Jajal Motor Balap Listrik - Kompas.com

Pebalap Mulai Bahas Pengalaman Jajal Motor Balap Listrik

Kompas.com - 26/11/2018, 09:22 WIB
MotoE akan dimulai pada musim 2019.CRASH.net MotoE akan dimulai pada musim 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Era baru kompetisi balap motor terbesar di dunia dimulai akhir pekan lalu. Kelas motor elektrik yang dikenal dengan MotoE World Cup melakukan tes perdana di sirkuit Jerez sejak Jumat (23/11/2018) hingga Minggu (25/11/2018).

Lantas bagaimana kesan para pebalap setelah menjajal motor Energica Ego Corsa dengan baterai kapasitas 20 Kwh tersebut?

Bradley Smith dari tim One Energy Racing cukup terkejut dengan tenaga yang dihasilkan motor listrik ini.

“Motor ini dibangun dengan sangat baik dan terasa seperti motor balap pada umumnya. Ada beberapa aspek memang, seperti berat, yang harus diperhatikan namun selain itu rasanya sangat baik berada di atas motor ini,” ucap mantan pebalap MotoGP tersebut dikutip dari Crash.net, Minggu (25/11/2018).

Smith merasa Loris Cappirosi yang menjadi salah satu orang dibalik kejuaraan motor listrik ini telah melakukan input yang sangat baik terhadap desainer. Para pebalap pun masih dapat meningkatkan kemampuan motor ini lebih tinggi dengan paket standar yang diberikan oleh penyelenggara.

“Soal suara tidak perlu dipusingkan, karena ini semua akan berakhir dengan semangat untuk berkompetisi. Memang akan sangat sulit berada di kerumunan pebalap dan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan saat mendahului lawan. Motor ini memberikan kesempatan masing-masing pebalap bertarung dengan sangat ketat dan itu yang kami inginkan,” ucap Smith.

Baca juga: Pertamina Bicara Soal Swap Baterai Motor Listrik

Smith mengungkapkan pengalamannya di atas motor listrik sebagai pengalaman yang unik. Meski bermesin listrik, Smith masih bisa merasakan putaran mesin layaknya motor biasa. 

Soal transmisi, Smith menyatakan di MotoGP juga tidak menggunakan transmisi saat ini dan di motor listrik juga sudah ada engine brake yang bisa dilakukan tanpa mengoper gigi ke gigi rendah. Pebalap hanya perlu mengendalikan motor saat masuk tikungan.

“Style-nya jadi seperti mengendarai motor skutik termasuk pengeraman,” ucap Smith yang mencatatkan diri sebagai yang tercepat di sesi uji coba pertama ini.

Matteo Ferrari dari tim Gresini yang menjadi pebalap kelima tercepat mengungkapkan motor listrik ini sangat berat. Ini membuat pebalap harus beradaptasi mengubah gaya berkendara mereka.

Alex De Angelis dari tim Pramac mengungkapkan dirinya takut saat pertama kali mencoba. Namun setelah menjajal motor tersebut justru membuat dirinya semakin penasaran.

“Mesin ini sangat bagus. Saya hanya perlu memahami mesin ini bekerja pada motor terutama karena tidak ada kopling. Saat baterai panas, tenaga juga berkurang. Ini yang sedang coba pahami,” ucap Alex yang berada di posisi ke 11 di uji coba perdana ini.

Motor Energica ini memiliki tenaga sekitar 120 Kw atau 160 tk dengan kecepatan maksimal sekitar 270 kpj. Motor ini sudah dilengkapi dengan rem Brembo, suspensi Ohlins dan pelek Marchesini.

Setelah tes di November ini, tes kedua kaan dilaksanakan Maret lalu menyusul April tahun depan. Jadwal balap kompetisi ini di 2019 masih diselenggarakan di benua Eropa yakni mengambil seri Jerez (5 Mei), Le Mans (19 Mei), Sachsenring (7 Juli), Austria (11 Agustus) dan Misano (15 September) dengan dua balapan.



Close Ads X