Kompas.com - 15/11/2018, 14:10 WIB
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Berlatar belakang angka fatalitas kecelakaan sepeda motor, khususnya berkubikasi kecil, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali melakukan kajian mengenai pentingnya fitur anti-lock braking system (ABS). Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa urgensinya ABS ditetapkan sebagai perangkat wajib.

Meski demikain, Direktur Pembinaan Keselamatan Kemenhub M Risal Wasal, menjelaskan, penetapan regulasi motor kecil wajib ABS tidak seperti membalikan telapak tangan. Masih banyak hal yang harus dipertimbangkan lebih dulu.

"Untuk regulasi ABS itu masih panjang sekali jalannya, tidak langsung kita buru-buru kebut, jadi memang belum. Pertama kita masih menunggu hasil dari Universitas Indonesia (UI) hasil resminya seperti apa, setelah itu harus menunggu study lanjutan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga," ujar Risal saat dikonfrmasi Kompas.com, Rabu (14/11/2018).

Baca juga: AISI Mempertanyakan Efektivitas ABS Bikin Angka Kecelakaan Turun

Risal menjelaskan, bila Bappenas mengandeng UI untuk sama-sama melakukan riset dan study lebih detail mengenai seberapa pentingan ABS menjadi perangkat wajib pada motor berkapasitas kecil di Tanah Air. Bila sudah ada hasilnya, maka nanti akan ada dievaluasi lebih lanjut, dan tentunya juga akan ada pembahasan dengan pihak-pihak terkait.

ABS pada motor ABS pada motor

Sampai saat, menurut Risal belum ada data resmi dari UI. Sementara yang waktu itu sempat dibeberkan bahwa penggunaan ABS bisa mengurangi fatalitas 10 sampai 27 persen pada sepeda motor itu dari India, bukan di Indonesia.

Namun begitu Risal mengakui secara kondisi, antar India dan Indonesia memang tidak berbeda jauh, apalagi mengenai kultur berkendaranya.

Baca juga: Wajib ABS Bagi Sepeda Motor Kecil, Bosch Pasrah ke Pemerintah

"Kami pun di Kemenhub, khususnya Perhubungan Darat masih menanyakan sampai semana efektifnya ABS untuk kondisi jalan di Indonesia. Karena kalau jalan pelan kan ABS tidak ada fungisnya, belum lagi soal harga motor yang nanti naik, jadi masih kompleks dan kita tidak buru-buru soal regulasi, masih jauh lah," ucap Risal.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.