Draf Pepres Kendaraan Listrik Terbaru, Belum Memihak Produk Lokal

Kompas.com - 02/11/2018, 06:42 WIB
Jokowi Naik Mobil Listrik Ezzy II istimewaJokowi Naik Mobil Listrik Ezzy II

JAKARTA, KOMPAS.com – Bocoran Perpres kendaraan listrik terbaru (Sesuai Pembahasan 6 September 2018) yang masuk ke redaksi KOMPAS.com, dianggap belum memihak produk lokal. Padahal ada harapan besar di situ buat pengembangan anak bangsa.

Ini seperti disampaikan Muhammad Nur Yuniarto, Peneliti Kendaraan Listrik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan juga kepala proyek calon skuter listrik nasional Gesits kepada KOMPAS.com, Selasa (30/10/2018).

Dirinya mengungkapkan, salah satu yang digarisbawahi Nur adalah soal insentif yang diberikan, di mana tak ada pembeda antara merek lokal dan pihak asing, yang berasal dari luar negeri.

“Seharusnya Ada pernyataan yang memihak ke produk lokal yang R&D dan mereknya dilakukan dan dimiliki oleh Indonesia. Termasuk di dalamnya insentif yang akan diberikan. Seharusnya insentifnya dibedakan antara industri nasional (merek nasional) dan industri asing (prinsipalnya dari luar negeri),” ujar Nur.

Baca juga: Sebelum Perpres Kendaraan Listrik Diteken, Ingat Spirit Nasionalisme

Menteri ESDM Ignasius Jonan menjajal kebolehan calon skuter listrin nasional Gesits di kantor ESDM, Jakarta, Kamis (19/10/2017).KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Menteri ESDM Ignasius Jonan menjajal kebolehan calon skuter listrin nasional Gesits di kantor ESDM, Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Sejak rencana Perpres mencuat ke publik pada 2017 lalu, Nur merupakan salah satu pihak yang cukup keras mengutarakan ide-ide, supaya kepentingan untuk perkembangan dan kemajuan anak bangsa bisa diakomodasi pada Perpres tersebut.

Dalam pernyataan tertulis yang pernah dikirim kepada KOMPAS.com, menanggapi Perpres Kendaraan Listrik seraya membangkitkan semangat, Nur mengatakan, selagi semua negara di dunia masih dalam taraf se-level soal kemajuan pengembangan kendaraan listrik, Indonesia punya kans sangat besar untuk menjadi pusat pengembangan kendaraan listrik di dunia.

“Kesempatan Indonesia untuk berbicara di kendaraan listrik sama besar, dengan kans Indonesia (sudah terbukti) untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri di bidang teknologi informatika, seperti Gojek, Traveloka, Blibli, dan yang terbaru Tokopedia yang berhasil mendatangkan investasi puluhan triliun rupiah,” ucap Nur.

“Saatnya pemerintah mau mengapresiasi kemampuan otak anak bangsa sendiri, menuju Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat dan memiliki harga diri,” kata Nur.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X