Yamaha FreeGo, Bukan Pakai Mesin Mio S

Kompas.com - 01/11/2018, 16:25 WIB
Yamaha FreeGO yang Diluncurkan di IMOS 2018. KOMPAS.com / Aditya MaulanaYamaha FreeGO yang Diluncurkan di IMOS 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Yamaha FreeGo diposisikan sebagai sepeda motor tertinggi di kelas skutik 125 non-Maxi. Jantung pacu yang digunakan diklaim baru, atau tidak diambil dari produk lain seperti Mio S.

Manager Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Antonius Widiantoro mengatakan, mesin tersebut merupakan pengembangan baru yang dilakukan oleh Yamaha, khusus untuk pasar Indonesia.

"Jadi bukan pakai mesin 125 yang lain, karena banyak perbedaannya juga," ucap Antonius di arena Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018, di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (31/10/2018).

Baca juga: Yamaha FreeGo Bukan Pengganti Soul GT

Antonius menjelaskan, mesin yang digendong FreeGo itu memiliki teknologi Blue Core dengan setingan baru, dan juga dibekali Smart Motor Generator (SMG), sehingga secara efisiensi lebih maksimal.

Yamaha meluncurkan skutik terbarunya, FreeGo di IMOS 2018, bakal mengisi segmen 125cc. Aditya Maulana/Kompas.com Yamaha meluncurkan skutik terbarunya, FreeGo di IMOS 2018, bakal mengisi segmen 125cc.

"Jadi klaimnya itu 50 persen lebih irit daripada mesin versi karburator," kata dia.

Berdasarkan data di atas kertas, mesin skutik yang dibanderol Rp 18,5 juta hingga Rp 22,5 juta itu memiliki tipe mesin SOHC, silinder tunggal, dan memiliki kapasitas 124,96 cc.

Jantung pacu tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 7,0 kW/8.000 rpm, dan torsi 9,5 Nm/5.000 rpm.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X