Vinales Berkhayal Jadi Pebalap Honda dan Ducati

Kompas.com - 26/10/2018, 15:02 WIB
Maverick VInales. MOTORSPORT.comMaverick VInales.

PHILLIP ISLAND, KOMPAS.com – Di tengah mengendurnya performa motor Yamaha di MotoGP, Maverick Vinales mengaku mulai berkhayal-khayal, apa yang akan terjadi bila dirinya menunggangi Honda atau Ducati.

Memang, sejauh ini dua pebalap Yamaha Rossi dan Vinales menanti kemajuan pada motor Yamaha, yang dianggap belum memberikan apa yang mereka inginkan di trek.

Vinales bahkan mengatakan, kalau gambaran-gambaran seperti itu kerap melintas di pikirannya. Walaupun memang dirinya mengakui itu tak berguna, pasalnya Vinales sudah menandatangani kontrak baru Yamaha buat musim depan.

"Setiap hari saya memikirkannya, apa yang akan saya lakukan dengan sepeda motor itu (Ducati dan Honda), hasil apa yang akan saya capai. Namun itu tak membantu saya dalam situasi yang saya hadapi, saya memiliki kontrak dua tahun. Setiap hari saya memikirkannya, tapi apa gunanya?,” ucap Vinales dari Motorsport.com, Kamis (25/10/2018).

“Sekarang saya di sini (Yamaha) dan saya harus bekerja dengan ini, tidak ada alasan. Saya harus merancang motor yang sangat bagus untuk tahun depan. Motor pernah dalam kondisi baik sebelumnya dan harus bekerja lagi. Saya berharap saya tahu cara membuat motor,” ujar Vinales.

Baca juga: Vinales Pimpin FP1, Marquez Jatuh di GP Australia 2018

Pebalap Movistar Yamaha MotoGP, Maverick Vinales, menyeka keringat di wajahnya saat beristirahat pada hari pertama tes pramusim MotoGP 2018 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, 28 Januari 2018.
MOHD RASFAN/AFP PHOTO Pebalap Movistar Yamaha MotoGP, Maverick Vinales, menyeka keringat di wajahnya saat beristirahat pada hari pertama tes pramusim MotoGP 2018 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, 28 Januari 2018.

Vinales menuntut penjelasan dari Yamaha dalam pertemuan teknis, yang dilakukan pasca-GP Jepang akhir pekan lalu, tetapi tim gagal meyakinkannya.

“Ini bukan pertemuan yang lebih lama dari biasanya, tapi saya ingin tahu mengapa saya lambat. Saya ingin mereka menjelaskannya kepada saya. Sampai mereka melakukannya, saya tidak beranjak dari kursi saya,” tutur Vinales.

"Penjelasan itu tidak meyakinkan saya, mereka ingin pergi, tetapi saya tidak ingin pergi tanpa penjelasan,” kata Vinales menceritakan kejadian kala itu di GP Jepang.

Vinales menekankan, dirinya tidak akan mengubah gaya berkendaranya. Jadi sudah menjadi tugas tim sekarang untuk membuat motor yang bisa cocok dengan Vinales.

"Saya tidak akan memaksakan gaya berkendara saya, tahun lalu saya melakukannya dan saya lebih buruk. Biarkan mereka membuat motor untuk saya dan mereka bisa memenangkan perlombaan di depan,” ucap Vinales.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X