Honda Mulai Bicara Kendaraan Listrik di Indonesia

Kompas.com - 20/10/2018, 12:02 WIB
Ilustrasi mobil listrik Thailand. Bangkokpost.comIlustrasi mobil listrik Thailand.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendaraan listrik sudah ditargetkan menjadi pilihan transportasi masa depan di Indonesia. Terakhir, draf peraturan presiden (Perpres) Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik untuk Transportasi Jalan, selesai dikaji Kementeria Perindustrian (Kemenperin) dan resmi diserahkan ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman pada 15 Oktober lalu.

PT Honda Prospect Motor (HPM) sebagai salah satu produsen di Tanah Air mengaku sudah mengetahui kabar ini, dan menyatakan, peraturan mengenai kendaraan listrik harapannya dapat segera dirampungkan. Diharapkan skema seperti low carbon emission vehicle ( LCEV), sama dengan low cost and green car (LCGC) dulu, mampu merangsang pasar otomotif di Indonesia.

"Saya belum melihat (rancangan perpres), tapi saya pikir di Indonesia perlu ada proyek-proyek yang bisa membuat terjadinya pembelian baru. Memang ada sesuatu yang dijalankan dengan insentif kemudian diatur kembali segala sesuatunya termasuk kebijakan LCEV," ucap Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy di Bali, belum lama ini.

Jonfis menceritakan dulu LCGC mampu membuat pertumbuhan produk otomotif menjadi di angka 1,1 juta meski kemudian pertumbuhannya flat. Program LCEV bisa jadi salah satu yang ditunggu-tunggu kembali menumbuhkan gairah di pasar otomotif.

Meski demikian, Jonfis mengungkapkan pihaknya terus menunggu kebijakan tersebut selesai dibuat. Ini agar Honda dapat menentukan produk apa yang cocok untuk dihadirkan di Indonesia.

Baca juga: Draf Perpres Kendaraan Listrik Akhirnya Rampung di Kemenperin

"Kami terus menunggu supaya kami bisa follow up ke prinsipal. Kalau kami sudah percaya diri menghadirkan produk yang sesuai, meski tidak langsung ke kendaraan listrik, ada tahapannya dulu. Jadi sekarang masih wait and see," ujar Jonfis.

Jonfis juga mengungkapkan tahapan penerapan produk ramah lingkungan paling tepat adalah perlahan-lahan menuju produk listrik. Kendaraan listrik yang menghilangkan mesin pembakaran internal membutuhkan banyaknya infrastruktur yang memadai.

"Bicara mobil listrik kami sebagai produsennya, kami siapkan produknya. Kemudian infrastruktrur harus disiapkan siapa? Kalau semua ditimpakan ke produsen yang tidak bisa jalan, harus ada yang investasi," ucap Jonfis.

"Tapi 2040 kita pasti siap karena sesuai dengan rencana pemerintah. Mau tidak mau ke sana. Seiring waktu berjalan teknologinya akan ada lebih mudah," tambahnya.

Honda sudah memiliki beberapa produk ramah lingkungan di pasaran dunia seperti Hond Insight, Clraity, CR-Z, Civic, Freed, HR-V, dan CR-V hybrid yang beberap waktu lalu dikenalkan di pameran internasional.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X