Harapan Pemain Otomotif Lokal Punya Pasar di Negeri Sendiri

Kompas.com - 12/10/2018, 07:22 WIB
Presiden Joko Widodo dan mobil buatan dalam negeri dari Fin Komodo. ISTIMEWAPresiden Joko Widodo dan mobil buatan dalam negeri dari Fin Komodo.

JAKARTA, KOMPAS.com – Tertanggal 17 September 2018, Presiden Joko Widodo  baru saja menetapkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2018, tentang Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

Keppres ini merupakan kelanjutan dari Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri. Terkait tugasnya sendiri tertulis pada pasal 74, di antaranya melakukan koordinasi, pengawasan, dan evaluasi pelaksanaan peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Sedikit mundur pada pasal 54, penggunaan produk dalam negeri sendiri punya tujuan untuk memberdayakan industri dalam negeri, dan memperkuat struktur industri.

Munculnya Keppres 24/2018 seolah memberikan harapan baru buat produk dalam negeri khususnya otomotif, yang napasnya di tanah sendiri saja masih "Senin-Kamis". Mereka berpeluang punya kepastian pasar, setidaknya untuk sekedar memutar uang dan keberlanjutan produksi.

Baca juga: Gesits Itu Benih ?Nasionalisme? Otomotif Indonesia

Gesits akan diproduksi di pabrik Wika, Cileunfso, diGhulam Muhammad Nayazri Gesits akan diproduksi di pabrik Wika, Cileunfso, di

Pijakan Kedaulatan Otomotif Lokal

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tim Nasional P3DN ini diharapkan bisa mengawal Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 2018 khususnya pasal 54 terkait peningkatan penggunaan produk dalam negeri, khususnya pada lingkup instansi pemerintah. Ini bukan hal remeh.

Jika berhasil, ini bisa jadi pijakan awal kedaulatan otomotif lokal buat lebih dikenal oleh pasar yang lebih luas, seperti perusahaan swasta dan masyarakat umum. Efeknya, kegiatan industri terus berputar, R&D cepat bergerak, dan produk otomotif dalam negeri akan tumbuh dan berkembang.

Baca juga: Pabrik Esemka Boyolali Sempat Diserbu Pelamar Kerja

Joko Widodo, saat masih menjabat Wali Kota Solo, menaiki mobil Esemka Rajawali, melakukan kunjungan ke kantor Warta Kota, Kompas Gramedia, Jakarta, Minggu (26/2/2012).   TRIBUN NEWS/DANY PERMANA Joko Widodo, saat masih menjabat Wali Kota Solo, menaiki mobil Esemka Rajawali, melakukan kunjungan ke kantor Warta Kota, Kompas Gramedia, Jakarta, Minggu (26/2/2012).
Selain mengawasi, Tim Nasional P3DN tersebut, juga punya fungsi promosi dan sosialisasi mengenai  produk dalam negeri. Ini menarik, pasalnya promosi dan edukasi produk bukan kegiatan murah, di mana merek dalam negeri rata-rata belum cukup mapan dari sisi permodalan.

Ketika ditanyakan soal ini Dewa Yuniardi, Direktur Pemasaran Fin Komodo salah satu produsen otomotif asli Indonesia, tak menjawab banyak, dirinya hanya ingin melihat implementasinya saja di lapangan seperti apa.

Sedangkan Sukotjo Herupramono, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Kendaraan Listrik Bermerek Nasional (Apklibernas) sampai sejauh ini, belum merespons pertanyaan KOMPAS.com.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X