Pesan Merek Kendaraan Nasional buat Pemimpin Bangsa - Kompas.com

Pesan Merek Kendaraan Nasional buat Pemimpin Bangsa

Kompas.com - 05/10/2018, 16:05 WIB
Presiden Joko Widodo dan mobil dari Fin Komodo.ISTIMEWA Presiden Joko Widodo dan mobil dari Fin Komodo.

JAKARTA, KOMPAS.com – Perhatian pemerintah buat produsen otomotif dalam negeri, masih sangat minim. Bahkan, untuk bisa merasakan secuil pasar di tanah kelahirannya sendiri, si anak bangsa itu cuma bisa gigit jari.

Sebut saja satu merek PT Fin Komodo Teknologi merupakan produsen kendaraan asal Cimahi, Jawa Barat. Mereka membangun dan memproduksi kendaran un-conventional yang dirancang khusus buat dipakai di medan off-road, sesuai dengan alam Indonesia.

Fin Komodo menjadi satu-satunya merek dari delapan perusahaan yang tergabung di Asosiasi Industri Automotif Nusantara (Asianusa), yang kini yang masih bertahan. Relakah kemudian, jika satu-satunya merek ini juga harus tumbang?

Berbincang kembali dengan Direktur Pemasaran Fin Komodo Dewa Yuniardi, dirinya menitip pesan buat pemimpin bangsa Indonesia, entah yang saat ini atau yang akan menjabat nantinya.

Baca juga: Perusahaan Pembiayaan Masih Alergi dengan Mobnas” Fin Komodo

Fin Komodo KD 250 versi medis, Medivac.Febri Ardani/KompasOtomotif Fin Komodo KD 250 versi medis, Medivac.

“Kami hanya butuh untuk dibukakan pasar saja, di mana yang bisa dibuka pemerintah ya pasar pemerintah sendiri. Tak hanya di satu kementerian saja tapi semuanya, dengan satu komando dari Presiden,” ujar Dewa kepada KOMPAS.com, Jumat (5/10/2018).

“Sehingga artinya begini, dari APBN itu beberapa digunakan untuk belanja produk nasional. Efeknya nanti, kami bisa terbantu dan tumbuh. Apabila ada perputaran, research and development kami bisa cepat bergerak,” ucap Dewa.

Dirinya mengungkapkan, sejauh ini mereka belum merasa dilirik oleh pemerintah. Hanya sebagai penonton saja, berjalan apa adanya dengan pasar yang cuma segitu-segitu saja.

“Kami selama ini belum diperhatikan oleh pemerintah, kami cuma nonton saja. Jika ada pameran, pejabat datang, hanya foto-foto saja. Kami hanya bengong saja,” tutur Dewa.

“Jadi setidaknya bukakan kami market saja. Keterlibatan pemerintah untuk memasarkan produk kami itu yang paling penting, sehingga kami punya yang namanya captive market, pasar yang sudah pasti. Jadi beberapa tahun kami butuh itu dahulu sampai masyarakat kenal,” tutur Dewa. 

Mobnas Fin Komodo di IIMS 2016.Ghulam/KompasOtomotif Mobnas Fin Komodo di IIMS 2016.



Close Ads X