Pesawat "Kustom" Bermesin Harley, Ramaikan Kustomfest 2018

Kompas.com - 04/10/2018, 17:42 WIB
Kustomfest 2018 bawa pesawat kustom pertama karya anak bangsa dengan mesin Harley-Davidson- Kustomfest 2018 bawa pesawat kustom pertama karya anak bangsa dengan mesin Harley-Davidson

JAKARTA, KOMPAS.com - Perhelatan Kustom Kulture Festival atau Kustomfest 2018, akan menyajikan suguhan berbeda pada akhir pekan ini (6-7/10/2018). Dalam ajang ketujuh, Kustomfest mengambil teman "Color of Difference" dan akan menghadirkan pesawat terbang pertama hasil rancang bangun anak bangsa pada 1948 silam, yakni RI-X WEL.

Menurut Director Kustomfest Lulut Wahyudi, tema "Color of Difference" yang dihadirkan memiliki makna ragam warna dan aliran yang ada di dunia kustom.

“Kustomfest mengangkat tema tersebut untuk mengingatkan bahwa dunia kustom ini memiliki banyak sekali aliran kustom. Setiap aliran memiliki ciri khas dan keistimewaannya masing-masing, inilah yang membuat dunia kustom menjadi bervariasi dan menjadi sangat indah,” ujar Lulut dalam keterangan resminya, Kamis (4/10/2018).

Baca juga: Mendadak Chopper Gara-gara Jokowi

Lebih lanjut Lulut, menjelaskan bahwa kehadiran pesawat terbang yang menjadi karya kustom pertama milik Indonesia tersebut membawa pesan moral bagi generasi muda, khususnya penggiat dunia kustom. Lulut memboyong pesawat ini langsung dari Museum Pusat Tentara Negara Indonesia Angkat Udara (TNI AU) Mandala, Yogyakarta.

"Kehadiran pesawat ini membawa pesar untuk selalu rendah hati dan membuang sifat jumawa. Makna yang terkuat dari kisah keberhasilan membuat sebuah pesawat tersebut dan menerbangkannya adalah jadilah generasi yang tetap memiliki spirit untuk tidak menyerah dengan dengan segala keterbatasan," ucap Lulut.

Kustomfest 2018 bawa pesawat kustom pertama karya anak bangsa dengan mesin Harley-Davidson- Kustomfest 2018 bawa pesawat kustom pertama karya anak bangsa dengan mesin Harley-Davidson

Perlu diketahui, pesawat kustom ini dibangun oleh Biro Rencana dan Konstruksi pada 1948 menggunakan mesin Harley Davidson. Proses penggarapannya saat itu hanya memakan waktu lima bulan di Pangkalan Udara Maospati yang sekarang menjadi Lanud Iswahjudi.

Setelah beberapa kali melakukan uji terbang, akhirnay RI-X WEL berhasil mengudara pertama kali dari Maospati menuju Maguwo yang sekarang menjadi Bandar Udar Adisujipto dalam acara pemeran penerbangan yang dihadiri langsung oleh Presiden Soekarno.

Baca juga: Moge Chopper Jadi Lotre Kustomfest 2018


Untuk mengapresasi karya bersejarah, Lulut telah memulai langkah penyegaran pada pesawat tersebut dengan merestorasi beberapa sektor. Mulai dari skin pada bagian sayap, fuselage, sampai memperbaiki kelir pada bodi yang sudah termakan usia.

Bagian mesin yang menggunakan Harley WL berkapasitas 750 sudah selesai diperbaiki. Pesawat ini tetap akan menggunakan rangka badan dari besi dan airfoil sayap dari kayu. Kulit pesawat 80 persen menggunakan kain blacu dengan bagian lainnya tertutup materi aluminium terutama pada engine cowling.


 




Close Ads X