Empat "Penyakit" Pemilik Moge Baru - Kompas.com

Empat "Penyakit" Pemilik Moge Baru

Kompas.com - 04/10/2018, 09:22 WIB
Motor Besar Club Indonesia akan adakan Jakarta Bike Week 2017.Ghulam/Otomania Motor Besar Club Indonesia akan adakan Jakarta Bike Week 2017.

JAKARTA, KOMPAS.com – Beberapa pemilik moge, terutama yang baru menggunakan motor ber-cc besar, kerap melakukan kebiasaan negatif. Efeknya bisa merugikan diri sendiri karena melakukan tindakan yang tidak berfaedah.

Kang Toni, pemilik bengkel spesialis moge T2M di wilayah Bambu Asri Jakarta Timur, mencoba berbagi pengalaman, soal perilaku-perilaku salah pemilik moge baru.

Pertama, mengabaikan urusan oli mesin. Padahal, ini yang paling penting. Toni menyontohkan salah satu konsumen, pemilik Kawasaki ER-6n, yang harus rela motornya turun mesin, karena jantung pacunya tak terlumasi dengan baik.

“Olinya kering, gara mengganti spesifikasi oli. Sebenarnya tidak apa-apa, hanya saja kebiasaan mengecek dan mengganti oli juga diubah sesuai jenis olinya. Misalnya pakai 10W-40 setiap 2.500 kilometer ganti, jika menggunakan yang lebih encer lagi, penggantiannya bisa lebih pendek dari biasanya,” ujar Toni kepada KOMPAS.com,  Rabu (3/10/2018).

Baca juga: Jangan “Norak”, Ini Cara Benar saat Pertama Bawa Moge

Ilustrasi OliPhikshark Ilustrasi Oli

Kedua, banyak yang asal geber motornya. Perilaku ini seharusnya tak dilakukan apalagi buat mereka yang baru menggunakan moge.

“Ini juga tidak boleh, khususnya buat mereka yang baru naik kelas dari motor 250cc ke 650cc ke atas. Pasalnya porsi dan tenaga motor beda, dan kadang banyak yang celaka dari situ karena tak bisa mengontrolnya dengan baik," kata Toni.

Ketiga, menganggap remeh aki. Padahal, motor besar saat ini sudah berteknologi injeksi dan sangat bergantung dengan aki.

“Dibanding dengan oli, biker lebih sering tak aware soal aki. kalau oli masih banyak yang paham. Padahal  aki harus dikontrol terus, dan sebaiknya motor dilengkapi dengan volt meter yang dibeli di pasar aftermarket,” ucap Toni.

Keempat, terlalu latah gonta-ganti komponen dan penambahan aksesori, tanpa memperhatikan soal kebutuhan dan nilai fungsionalitasnya.

“Baiknya tahan diri, dan lebih memperhatikan penggantian komponen yang menambah keamanan dan kenyamanan. Namun, kembali lagi pada masing-masing individu,” ucap Toni.


Terkini Lainnya

Toyota Siapkan Enam Amunisi Baru di 2019

Toyota Siapkan Enam Amunisi Baru di 2019

News
Ketika Xpander dan Pajero Sport Ikut Main Film

Ketika Xpander dan Pajero Sport Ikut Main Film

News
Tantangan Manufaktur Otomotif di 2019

Tantangan Manufaktur Otomotif di 2019

News
Mitsubishi Mulai Terbuka Soal Impor Pajero Sport

Mitsubishi Mulai Terbuka Soal Impor Pajero Sport

News
Mitsubishi Bicara Peluang Produksi Outlander PHEV di Indonesia

Mitsubishi Bicara Peluang Produksi Outlander PHEV di Indonesia

News
Pilihan Motor Bebek di Akhir Tahun

Pilihan Motor Bebek di Akhir Tahun

Feature
Xpander Masih Enggan Jadi Taksi

Xpander Masih Enggan Jadi Taksi

News
Jangan Biasakan Taruh Helm di Spion Motor

Jangan Biasakan Taruh Helm di Spion Motor

Tips N Trik
Deteksi Masalah 'Airbag' Sejak Dini

Deteksi Masalah "Airbag" Sejak Dini

Tips N Trik
Mitsubishi Belum Mau Berikan Diskon buat Xpander

Mitsubishi Belum Mau Berikan Diskon buat Xpander

News
Avanza Ultah ke 15, Siap-siap Sambut Model Terbaru

Avanza Ultah ke 15, Siap-siap Sambut Model Terbaru

News
Toyota Sebarkan Semangat 'Start Your Impossible'

Toyota Sebarkan Semangat "Start Your Impossible"

News
Tanggapan Toyota Soal Camry Baru di Indonesia

Tanggapan Toyota Soal Camry Baru di Indonesia

News
Harga Toyota Avanza 'Facelift' Tidak Naik Tinggi?

Harga Toyota Avanza "Facelift" Tidak Naik Tinggi?

News
Agar Untung, Ini Tips Beli Mobil di Akhir Tahun

Agar Untung, Ini Tips Beli Mobil di Akhir Tahun

BrandzView

Close Ads X