Selamatkan Komponen Kelistrikan Mobil yang Terendam Air Laut

Kompas.com - 01/10/2018, 15:24 WIB
Kerusakan akibat gempa bumi yang melanda, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOKerusakan akibat gempa bumi yang melanda, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.

JAKARTA, KOMPAS.com -  Komponen kelistrikan pada kendaraan menjadi salah satu yang krusial, dan perlu menjadi perhatian khusus ketika terendam air laut seperti di wilayah bencana tsunami. Bisa juga daerah pesisir yang kerap tergenang air laut yang pasang.

Nurrahman Adi Saputra, Kepala Bengkel Auto2000 Lampung Raden Intan mengatakan, air laut sendiri berbeda dengan air biasa karena sifatnya korosif. Itu tak terjadi hanya bagian body saja, tapi bagian fungsional mobil yang lainnya juga.

Buat menyelamatkan komponen kelistrikan atau tidak membuatnya lebih parah karena terendamnya mobil, hal pertama yang dilakukan sesuai saran Nurrahman, jangan sekalipun mencoba untuk menyalakan mobil.

“Lebih baik pasrah selamatkan diri. Pasalnya komponen mobil sangat bergantung juga sama elektrikal, sementara elektrikal sangat berpengaruh juga terhadap air. Jika ada air yang menyebabkan korslet dan sebagainya, efeknya malah lebih parah lagi,” ucap Rahman kepada KOMPAS.com, Senin (1/10/2018).

Baca juga: Musibah Palu, Produsen Roda Dua Upayakan Pemulihan Layanan

Mobil derek Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sabtu (4/6/2016), menarik mobil milik warga yang terendam banjir akibat tanggul jebol di Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat malam sebelumnya.
KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA Mobil derek Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sabtu (4/6/2016), menarik mobil milik warga yang terendam banjir akibat tanggul jebol di Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat malam sebelumnya.

“Pasalnya kita tak pernah tahu juga air masuk ke dalam ruang bakar dan sebagainya, menyebabkan water hammer, nanti setang piston atau silinder head bengkok, dan cost lebih besar lagi,” ujar Nurrahman.

Kemudian tindakan penyelamatan kedua yang bisa dilakukan, kata Nurrahman, yaitu melepas terminal aki, buat mengamankan aliran listrik yang masih stand by.

“Langkah yang bagus lagi melepas terminal aki, cuma orang kebanyakan tidak sempat melakukannya. Pasalnya jika aki masih terhubung dengan kabel, arusnya stand by terus,” kata Nurrahman.

“Sistem kelistrikan mobil juga kan sebenanrnya juga stand by, seperti alarm dan sebagainya. Jadi untuk menghindari korsleting dan hal buruk lain baiknya dilepas, tapi kalau tak sempat bagaimana lagi,” ucap pria dengan sapaan Rahman.

Jadi kata Rahman, sebaiknya pasrahkan dan bawa langsung ke bengkel resmi untuk dilakuan penanganan lebih jauh lagi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X