Dimas dan Vespa Berbahan Bakar Sampah Siap Keliling Indonesia

Kompas.com - 27/09/2018, 17:18 WIB
Dimas Bagus Widjanarko saat ditemui di Gudang Sarinah Ekosistem, Pancoran, Jakarta, Sabtu (19/5/2018). Tampak Dimas tengah menuangkan bahan bakakr minyak hasil dari pengolahan sampah plastik ke Vespa Super yang akan digunakannya touring Jakarta-Bali. Kompas.com/Alsadad RudiDimas Bagus Widjanarko saat ditemui di Gudang Sarinah Ekosistem, Pancoran, Jakarta, Sabtu (19/5/2018). Tampak Dimas tengah menuangkan bahan bakakr minyak hasil dari pengolahan sampah plastik ke Vespa Super yang akan digunakannya touring Jakarta-Bali.
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Masih ingat dengan pria yang "riding" Jakarta-Bali dengan Vespa berbahan bakar sampah plastik. Pria bernama lengkap Dimas Bagus Widjanarko itu kini berencana melanjutkan perjalannnya keliling Indonesia. Tujuannya masih sama, yakni mengkampanyekan cara mengolah sampah plastik menjadi BBM.

Menurut Dimas, perjalan bakal start dari Bali, lanjut ke NTB, NTT, kemudian menyeberang ke Sulawesi. Dari Pulau Celebes, kemudian melanjutkan perjalanan ke Kalimantan, dan menyeberang ke Sumatera, sembari menutup perjalanan menyusuri Pulau Andalas tersebut.

"Kayaknya dimulai tahun depan. Kita sudah rencanakan mulai start Januari," kata Dimas kepada Kompas.com, Kamis (27/9/2018).

Baca juga: Sampah Plastik Juga Bisa Diolah Jadi Beragam Jenis BBM

GP 007, alat pengolahan sampah plastik yang dibuat Dimas Bagus Widjanarko. Dimas adalah aktivis lingkungan yang akan menempuh perjalanan sejauh 1.200 kilometer menyusuri Pulau Jawa dan Bali. menggunakan Vespa Super tahun 1977 yang menggunakan bahan bakar dari hasil pengolahan sampah plastik.Kompas.com/Alsadad Rudi GP 007, alat pengolahan sampah plastik yang dibuat Dimas Bagus Widjanarko. Dimas adalah aktivis lingkungan yang akan menempuh perjalanan sejauh 1.200 kilometer menyusuri Pulau Jawa dan Bali. menggunakan Vespa Super tahun 1977 yang menggunakan bahan bakar dari hasil pengolahan sampah plastik.

Pasca riding Jakarta-Bali pada pertengahan tahun, Vespa Super tahun 1977 yang dikendarai Dimas hingga kini masih ditinggalkan di Bali. Dengan skuter itulah nantinya ia akan memulai kembali kampanye lingkungan #pedulisampahplastik yang dilakukan organisasinya, Gerakan Tarik Plastik (Get Plastic) itu.

"Diperkirakan sih waktu tempuhnya nanti sekitar enam bulan," ujar Dimas.

Pengolahan sampah plastik menjadi BBM dilakukan Get Plastic dengan menggunakan alat khusus yang mereka buat sendiri. Alat tersebut relatif mudah dibuat. Sehingga jika makin banyak orang yang bisa membuat, diharapkan bisa mengurangi permasalahan sampah plastik di tengah masyarakat.

Baca juga: Butuh Ratusan Kilogram Sampah Plastik untuk Touring Jakarta-Bali

Vespa lawas yang digunakan Dimas dalam perjalanan touring Jakarta-Bali dengan bahan bakar sampah plastikDimas Bagus WIdjanarko Vespa lawas yang digunakan Dimas dalam perjalanan touring Jakarta-Bali dengan bahan bakar sampah plastik

Dimas berharap kampanye #pedulisampahplastik bisa menggerakan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungannya, terutama terkait sampah plastik. Get Plastic menyebut rata-rata kantung plastik hanya digunakan 25 menit. Namun dibutuhkan hingga 500 tahun agar plastik tersebut hancur dan terurai di alam.

Baca juga: Konsep Mobil Sampah Plastik Mahasiswa UGM Juara di Inggris

Kontribusi terbesar polusi plastik adalah dari botol minuman. Tercatat ada 480 milyar botol plastik terjual sepanjang tahun 2016. Artinya lebih dari 20.000 botol dijual per detik. Dengan kondisi tersebut, jika tak segera ditangani, diprediksi jumlah plastik di laut bisa lebih banyak dari ikan pada tahun 2050.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X