Kapasitas Ideal Rumah Buat "Nge-Charge" Mobil Listrik

Kompas.com - 26/09/2018, 09:42 WIB
Mercedes-Benz E 350 e plug-in hybrid yang dipamerkan saat acara Breakfasting Mercedes-Benz with Media di Jakarta, Rabu (30/5/2018). Mercedes-Benz Distribution IndonesiaMercedes-Benz E 350 e plug-in hybrid yang dipamerkan saat acara Breakfasting Mercedes-Benz with Media di Jakarta, Rabu (30/5/2018).
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Seperti perangkat elektronik, mobil listrik, baik murni maupun plug-in hybrid dilengkapi baterai yang bisa diisi ulang (charge). Mekanismenya mirip ponsel saja, bisa juga di-charge di rumah. Dengan catatan, kapasitas watt listrik di tempat tinggal mencukupi.

Deputy Director Marketing Communication PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) Hari Arifianto, menyebutkan, untuk mobil listrik EQ Power dari Mercy, baterainya bisa saja di-charge di rumah dengan kapasitas daya 1.300 watt. Namun pada kapasitas daya ini, listrik di rumah masih berpotensi "jeglek". Apalagi jika digunakan bersamaan dengan perangkat elektronik lainnya.

"1.300 watt ini hanya untuk kendaraannya saja. Padahal seringkali ada peralatan lain di rumah yang juga mengkonsumsi listrik," kata Hari di Jakarta, Senin (24/9/2018).

Agar lebih aman, Hari menilai kapasitas minimum daya listrik sebaiknya ada di besaran 2.200 watt ke atas. Dengan kapasitas ini, proses pengisian ulang baterai mobil listrik tak akan mengganggu aliran listrik secara keseluruhan.

"Jarang ada yang bisa provide 1.300 watt murni. Jadi memang lebih baik jika dilebihkan menjadi 2.200 watt," ujar Hari.

Baca juga: Mercy Sediakan Tempat Charge Mobil Listrik di Jakarta

Vice President Corporate Communications BMW Group Indonesia, Jodie Otania mempraktekan cara menyalurkan listrik ke mobil listrik i8 pada hari kedua ajang International Motor Show (IIMS), di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/4/2018). Kompas.com/Alsadad Rudi Vice President Corporate Communications BMW Group Indonesia, Jodie Otania mempraktekan cara menyalurkan listrik ke mobil listrik i8 pada hari kedua ajang International Motor Show (IIMS), di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Sementara itu, Product Specialist BMW Group Indonesia Anindyanto Dwikumoro, menjelaskan, daya listrik di rumah perlu diperhatikan sebelum membeli mobil listrik. Tujuannya agar pengisian baterai tidak sampai membuat daya listrik di rumah jadi melemah.

BMW diketahui memiliki satu mobil berteknologi hybrid yang sudah dipasarkan di Indonesia, yakni i8. Mobil ini juga dilengkapi baterai yang bisa diisi ulang dengan alat yang dinamakan i-Wallbox.

Baca juga: BMW Kenalkan Garasi Canggih, Berteknologi Panel Surya

"Untuk i-Wallbox daya yang digunakan setidaknya 3.300-3.400 watt. Jadi kalau untuk rumah di Indonesia, paling tidak 4.400 watt," kata Anin saat ditemui di BMW Training Center, Tangerang Selatan pada sekitar November 2017.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X