Mercedes Indonesia Tetap Jual Mobil Listrik Meski Tanpa Regulasi LCEV

Kompas.com - 25/09/2018, 12:15 WIB
Mercedes-Benz E 350 e plug-in hybrid yang dipamerkan saat acara Breakfasting Mercedes-Benz with Media di Jakarta, Rabu (30/5/2018). Mercedes-Benz Distribution IndonesiaMercedes-Benz E 350 e plug-in hybrid yang dipamerkan saat acara Breakfasting Mercedes-Benz with Media di Jakarta, Rabu (30/5/2018).
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) sudah menentukan jadwal pemasaran lini produk mobil listrik, EQ Power.

Deputy Director Marketing Communication PT MBDI Hari Arifianto menyatakan, seandainya regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) yang disusun pemerintah belum juga terbit, MBDI akan tetap menjual EQ Power paling lambat akhir semester I tahun 2019.

Produk pertama EQ Power yang akan dijual adalah E 350e yang memang sudah kerap dipamerkan dalam berbagai kesempatan.

"Kita berharap ada insentif dari regulasi. Kalaupun belum, kita tetap jual saja. Karena ini menunjukkan komitmen kita ke depan," kata Hari di Jakarta, Senin (24/9/2018).

Baca juga: Penjelasan Sederhana Konsep LCEV Versi Kemenperin

Mobil hibrida plug-in Mercedes-Benz E 350e.FEBRI ARDANI/KOMPAS.com Mobil hibrida plug-in Mercedes-Benz E 350e.

Regulasi LCEV disebut-sebut memuat insentif pajak yang menguntungkan untuk kendaraan ramah lingkungan. Hari menyadari tanpa insentif tersebut, banderol harga mobil ramah lingkungan, apalagi untuk jenis plug in hybrid seperti E 350e bisa melonjak.

Dari hasil penghitungan MBDI, E350e dijual pada kisaran Rp 1,3 miliar jika regulasi terkait pajak bisa ditekan. Jika tidak ada insentif pajak seperti saat ini, harganya bisa melonjak menjadi sekitar Rp 1,9 miliar.

Positif

Hari menyatakan MBDI sudah merasa kendaraan ramah lingkungan penting untuk dihadirkan. Apalagi kendaraan jenis tersebut disebutnya sudah mendapat respons positif di beberapa negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, bahkan Vietnam.

Baca juga: Penjelasan Sederhana Konsep LCEV Versi Kemenperin

"Kita tidak mau terus berteori "chicken and egg". Menunggu peraturannya dulu baru dijual mobilnya. Nanti hukum pasar berlaku. Kalaupun respons pasar belum bagus, paling volumenya yang dikurangi," ucap Hari.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X