Dorong Motor dengan "Stut" Juga Terjadi di MotoGP

Kompas.com - 22/09/2018, 07:42 WIB
Pebalap Pramac Racing Jack Miller mendorong motor pebalap Movistar Yamaha Maverick VInales dengan kaki atau stut. Hal itu dilakukannya aat sesi latihan bebas di Sirkuit Aragon, Spanyol, Jumat (21/9/2018). Screenshot twitter @maverickmack25Pebalap Pramac Racing Jack Miller mendorong motor pebalap Movistar Yamaha Maverick VInales dengan kaki atau stut. Hal itu dilakukannya aat sesi latihan bebas di Sirkuit Aragon, Spanyol, Jumat (21/9/2018).
Penulis Alsadad Rudi
|

ARAGON, KOMPAS.com - Sebagian pengguna sepeda motor mungkin pernah mendorong pengguna motor lain yang mogok dengan menggunakan kaki. Tindakan ini biasaya dikenal dengan istilah stut.

Membantu sesama pengendara dengan stut ini ternyata juga dilakukan para pebalap MotoGP. Hal itulah yang dilakukan pebalap Pramac Racing Jack Miller.

Pebalap asal Autralia itu sempat terekam mendorong motor pebalap Movistar Yamaha Maverick Vinales yang mogok dengan cara stut. Hal itu dilakukannya saat sesi latihan bebas di Sirkuit Aragon, Spanyol, Jumat (21/9/2018).

Baca juga: Salah Dorong, Dovizioso Malah Dorong Motor Lorenzo

Merasa ditolong, Vinales pun mengucapkan terima kasih pada Miller dan diunggah di akun twitternya, @maverickmack25.

"Terima kasih, kawan @jackmilleraus. Aku harus mentraktirmu makan malam ;D @ motogp #AragonGP," tulis pebalap Spanyol itu sambil menyebut akun Miller.

Melalui keterangan yang diungah di akun twitter @MotoGP, disebutkan bahwa Miller membantu Vinales untuk menghidupkan kembali motornya agar bisa kembali ke pit. Vinales terlihat sempat mengacungi jempol tanda terima kasih pada Miller.

Baca juga: Dorong Motor Pakai Kaki Bisa Kena Sanksi

Meski terkesan mudah, stut tidak boleh dilakukan sembarangan. Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDCC) Jusri Pulubuhu mengatkaan, saat berkendara motor orang perlu menjaga keseimbangan. Jadi ketika satu kaki digunakan untuk mendorong motor, maka secara otomatis akan mengurangi keseimbangan saat berkendara.

Kondisi ini dinilai Jusri relatif berbahaya, apalagi bagi orang yang belum memiliki jam terbang tinggi saat berkendara motor. Sebab bila posisi yang mendorong dan yang didorong tidak seimbang, maka bisa berakibat fatal. Apalagi ketika di jalan raya yang ramai dengan jarak yang jauh.

"Efek saat kehilangan kesimbangan itu cukup bahaya, bila dilakukan di jalan raya dampaknya bisa merugikan pengguna jalan lain. Contoh saat sedang mendorong hilang kendali karena keseimbangan yang tidak terjaga dan meyerempet orang lain sehingga mengalami kecelakaan, hal ini jadi merugikan orang lain bahkan risikonya bisa lebih fatal," ucap Jusri kepada Kompas.com pada suatu waktu.

Baca juga: Mogok, Zarco Dorong Motor Sampai Finis

Selain stut, Jusri menilai menarik motor dengan tali juga rentan kehilangan kesimbangan. Menurutnya yang paling benar saat menangani motor mogok di jalan itu adalah dituntun atau diangkut dengan mobil.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X