Mitsubishi Mau Jualan 100.000 Unit Xpander Tahun Ini - Kompas.com

Mitsubishi Mau Jualan 100.000 Unit Xpander Tahun Ini

Kompas.com - 16/09/2018, 09:02 WIB
Mitsubishi meluncurkan dua varian baru Xpander, termasuk pilihan warna baru coklat metalik di GIIAS, Kamis (2/8/2018)KOMPAS.com/Ghulam N Mitsubishi meluncurkan dua varian baru Xpander, termasuk pilihan warna baru coklat metalik di GIIAS, Kamis (2/8/2018)

SURABAYA, KOMPAS.com – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia ( MMKSI) optimistis bisa menjual 100.000 unit Xpander sampai akhir 2018, sejak pemasaran perdana Agustus 2017. Sampai Agustus 2018, total pesanan low multi purpose vehicle ( LMPV) Mitsubishi ini sudah diklaim mencapai 80.000 unit.

“Dari jumlah itu, jumlah yang sudah berhasil di-delivery mencapai 65.000 unit, jadi masih ada outsanding, sekitar satu sampai dua bulan,” kata Imam Choeru Cahya, Head of Sales & Marketing Group di Surabaya, Sabtu (15/9/2018).

Kapasitas produksi pabrik Mitsubishi, kata Imam, saat ini sudah mencapai 10.000 unit per bulan. Dari jumlah itu, 7.000 unit dialokasikan untuk memenuhi pasar domestik dan 3.000 unit lainnya untuk ekspor.

“Jadi kita harus optimistis (bisa 100.000 unit) tahun ini,” kata Imam.

Baca juga: Masih Susah Cari Xpander Seken di Pasar

Di sisi lain, berkat gemilangnya penjualan Xpander di Indonesia, telah berhasil membuat posisi tim MMKSI sebagai barometer bisnis prinsipal Mitsubishi Motors di Jepang. Seluruh strategi yang menyangkut promosi dan pemasaran Xpander dianggap berhasil dan dibagikan via prinsipal untuk kemudian bisa diadopsi oleh negara lain.

“Memang posisinya beda sekarang. Apa-apa kalau prinsipal menanyakan pendapat pada satu masalah, pasti Indonesia ditanya duluan. Seperti jadi barometer kita ini sekarang,” ucap Imam.

Terkait strategi pemasaran dan promosi MMKSI mau diadopsi negara lain, Imam mengaku tetap bersikap positif saja. “Kami sudah sampaikan strategi di Jepang, jadi apakah nanti diadopsi negara lain, ya bisa saja. Tapi, kondisi masing-masing negara kan berbeda, mereka bisa mengopi atau mengembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik pasar masing-masing,” kata Imam lagi.


Komentar
Close Ads X