Standar Emisi Produk Lawas Toyota Bisa Diubah - Kompas.com

Standar Emisi Produk Lawas Toyota Bisa Diubah

Kompas.com - 15/09/2018, 12:31 WIB
Konverter katalitik dan sensor oksigen  pada mesin Agya dan Ayla, diintegrasikan pada sistem saluran buang (exhaust)Zulkifli BJ Konverter katalitik dan sensor oksigen pada mesin Agya dan Ayla, diintegrasikan pada sistem saluran buang (exhaust)

SINGAPURA, KOMPAS.com - Rencana penerapan emisi EURO IV sudah diresmikan oleh pemerintah pada gelaran pameran otomotif Agustus lalu. Toyota sebagai produsen otomotif di Indonesia mengaku siap untuk ikut dalam rencana pemerintah tersebut.

Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor ( TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengungkapkan Toyota siap untuk menghadirkan produk dengan standar Euro IV Oktober mendatang. Termasuk kesiapan purnajual.

"Purnajual tidak ada masalah, sama saja. Semua kendaraan yang dikeluarkan ATPM dapat garangsi tiga tahun atau 100.000 kilometer. Itu saja," ucap Soerjo saat ditemui Kamis (13/9/2018).

Soerjo mengungkapkan bagi kendaraan yang belum Euro IV, silahkan datang ke bengkel jika ingin mengimplementasikan standar emisi tersebut dengan menambahkan alat pada katalitik konverter gas buang. Toyota mengungkapkan sudah menyiapkan semua.

Baca juga: Sambut Euro IV, Motul Bawa Oli Ramah Lingkungan

Model kendaraan yang pasti dapat menjadi standar emisi Euro IV adalah model yang berusia lima tahun ke belakang atau model life. Soerjo mengungkapkan usia kendaraan ini masih diterima apalagi bila garansi masih berjalan sehingga bisa dicover.

"Kalau biaya, saya tidak terlalu hafal, dari diler masing-masing. Tapi tidak terlalu besar ya," ucap Soerjo.

Untuk kendaraan yang berusia lebih dari lima tahun, atau model lama, pihak Toyota terus mencari cara agar dapat memenuhi standar emisi tersebut. Namun menurut Soerjo jumlahnya tidak terlalu banyak.

Penerapan Euro IV bertujuan untuk mengurangi pencemaran udara yang disebabkan kendaraan bermotor. Aturan emisi Euro IV sudah dikeluarkan melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017. Mobil bermesin bensin berlaku mulai September 2018, sementara diesel efektif pada 10 Maret 2021.


Komentar
Close Ads X