Nasib Alphard dan Land Cruiser Akibat Pembatasan Impor - Kompas.com

Nasib Alphard dan Land Cruiser Akibat Pembatasan Impor

Kompas.com - 13/09/2018, 10:53 WIB
Wajah baru Toyota Land Cruiser 200 2016.Toyota Wajah baru Toyota Land Cruiser 200 2016.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pemerintah telah mengumumkan kebijakan pembatasan impor kendaraan dengan mesin 3.000 cc ke atas. Ini dilakukan sebagai langkah mengatasi kondisi ekonomi yang melanda Indonesia belakangan ini.

Toyota Astra Motor ( TAM) sebagai salah satu pemain besar otomotif Tanah Air memiliki beberapa produk dengan mesin besar yakni Land Cruiser dan Alphard. Land Cruiser 200 VX dan 200 VXR dibanderol mulai Rp 2 miliar dan Alphard 3.5 Q A/T yang dibanderol Rp 1,7 miliar.

"Kita masih mempelajari lebih lanjut mengenai kebijakan ini. Memang kami punya Land Cruiser dan Alphard tapi jumlah keduanya tidak terlalu banyak," ujar Public Relation Manager TAM Rouli Sijabat saat ditemui di Singapura, Rabu (12/9/2018).

Baca juga: BMW M5 Kena Pembatasan Impor

Rouli mengungkapkan, Toyota terus menyesuaikan strategi dengan peraturan terbaru ini dan mempelajari terus mengenai kebijakan tersebut. Ini tidak saja dilakukan TAM tapi juga Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan Astra Daihatsu Motor (ADM).

"Kalau Toyota melihat juga aturan ini mungkin sementara karena melihat prioritas terhadap isu dollar AS masih belum stabil. Tentunya Toyota terus dukung kebijakan pemerintah," kata Rouli.

Meski demikian, lanjut Rouli, ada pertimbangan lain yang harus diperhatikan pemerintah mengenai kebijakan pembatasan ini. Misalnya bila dilakukan terlalu masif membatasi impor, ekspor Indonesia tentu akan berpengaruh.

Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) penjualan Alphard 3.5 hingga Juli 2018 berjumlah 59 unit. Sedangkan Land Cruiser sampai Juli 2018 tercatat 174 unit Land Cruiser 200, dan model Land Cruiser 70 terjual 37 unit.


Komentar
Close Ads X