"Run Flat", Teknologi yang Menghilangkan Peran Ban Serep - Kompas.com

"Run Flat", Teknologi yang Menghilangkan Peran Ban Serep

Kompas.com - 04/09/2018, 10:22 WIB
Ban run flat buatan Bridgestone yang terpasang di salah satu produk BMW.Bridgestone Indonesia Ban run flat buatan Bridgestone yang terpasang di salah satu produk BMW.

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Pada zaman dulu, ban serep bisa dibilang punya peran vital pada mobil. Sebab ban ini harus disiagakan untuk mengantisipasi apabila ada salah satu ban utama yang bermasalah.

Namun keberadaan ban serep tentu saja memakan ruang pada kendaraan. Selain tentunya menambah bobot kendaraan yang berdampak pada konsumsi bahan bakar.

Karena itu perkembangan teknologi ke depan diprediksi akan semakin meminimalisir keberadaan ban serep. Apalagi setelah para produsen ban mulai mengembangkan teknologi "run flat tyre".

Baca juga: Nissan Note e-Power Tidak Punya Ban Cadangan

Beberapa tipe ban merek Bridgestone.Kompas.com/Alsadad Rudi Beberapa tipe ban merek Bridgestone.

Ban dengan teknologi yang juga disebut, run tyre, adalah ban yang dirancang tetap bisa dipakai hingga jarak 80 kilometer tanpa tekanan angin. Dengan ban ini, mobil sebenarnya tidak membutuhkan lagi ban serep. Sebab jarak 80 kilometer dirancang untuk memberi waktu bagi pengemudi mencari bengkel terdekat apabila ada salah satu ban yang bermasalah.

Bridgestone adalah salah produsen ban yang sudah memiliki produk ban run tyre. Namun penggunannya hanya untuk jenis-jenis mobil tertentu, seperti sedan, coupe, stationwagon, crossover dan SUV.

"Dengan ban run flat, ban bisa terus berjalan setelah tertusuk (paku) untuk mencapai tempat yang aman untuk berhenti," kata Presiden Direktur Bridgestone Tire Indonesia (BSIN) Akihito Ishii, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (31/8/2018).

Baca juga: Nissan Digugat Konsumen karena Masalah Ban Cadangan

Ban serep kini diletakan di bagasi.Noticias Automotivas Ban serep kini diletakan di bagasi.

Tak cuma Bridgestone, Hankook juga telah mengembangkan ban jenis tersebut. Mengutip dari laman Hankook Indonesia, dijelaskan bahwa ban run tyre dapat meminimalisir potensi kecelakaan yang dapat timbul dalam situasi darurat.

"Bahkan dengan goresan atau lubang disebabkan karena kendala atau ban abrasi saat mengemudi, dan penurunan yang dihasilkan tekanan udara, ban run flat mampu mempertahankan kecepatan konstan mengemudi," tulis keterangan di laman Hankook.

Baca juga: Aturan Baru, Mobil Boleh Tanpa Ban Cadangan

Ban run tyre mulai hadir sejak pertengahan 1980-an. Saat ini, sudah ada beberapa produsen mobil yang menggunakan ban run tyre sebagai standar untuk produk barunya.


Terkini Lainnya


Close Ads X