Perseteruan MotoGP dan F1 karena Aspal Sirkuit

Kompas.com - 28/08/2018, 13:22 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Perhelatan GP Inggris yang seharusnya dihelat di Sirkuit Silverstone pada 26 Agustus silam akhirnya batal. Informasi terbaru menyebutkan pembatalan disebabkan permukaan aspal baru Silverstone yang dianggap bermasalah.

Mayoritas pebalap MotoGP menyatakan permukaan aspal baru Silverstone saat tergenang air tidak aman untuk dilalui. Kondisi itulah yang akhirnya berujung pada dibatalkannya balapan.

Permasalahan permukaan trek pasca diaspal ulang sebenanrya tak cuma terjadi di Silverstone. Sebab beberapa bulan silam masalah serupa juga sempat terjadi di Sirkuit Catalunya. Hanya saja, di Catalunya keberatan datang dari pihak F1, tepatnya dari juara bertahan Lewis Hamilton.

Saat seri Formula-1 dihelat di Catalunya pada Maret 2018, Hamilton sempat mengeluhkan kondisi aspal baru Catalunya. Ia menilai pengaspalan baru membuat karakterisitik sirkuit berubah.

Baca juga: Tikungan Maut Sirkuit Catalunya Dibuka Lagi Mulai Musim Ini

Area sekitar tikungan terakhir Sirkuit Catalunya.MotoGP.com Area sekitar tikungan terakhir Sirkuit Catalunya.

Tak cuma mengeluhkan kondisi aspal, Hamilton juga sempat menuduh pengelola sirkuit lebih mementingkan penyelenggaraan MotoGP ketimbang F1. Catalunya sendiri merupakan salah satu sirkuit yang menjadi venue MotoGP sekaligus F1.

"Mereka telah melakukan ini di trek-trek lainnya, seringkali ini karena MotoGP," kata Hamilton seperti dikutip dari crash.net.

Pengaspalan baru di Catalunya diketahui telah menghilangkan karakter sirkuit yang sebelumnya bergelombang. Permukaan sirkuit kini menjadi lebih mulus. Kondisi inilah yang tak disenangi Hamilton.

Baca juga: Aspal Buruk, Sirkuit Catalunya Harus Diultimatum

"Saya suka MotoGP, tapi mereka membenci kami karena kami menciptakan gundukan. Kami membenci mereka (MotoGP) karena mereka menginginkan aspal yang mulus," ujar pebalap asal Inggris ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.