Impresi Awal Jajal Dua Model Klasik Viar - Kompas.com

Impresi Awal Jajal Dua Model Klasik Viar

Kompas.com - 20/08/2018, 19:02 WIB
Pengunjung menjajal Viar Vintech 200 dan 250 di arena tes ride GIIAS 2018Kompas.com/Setyo Adi Pengunjung menjajal Viar Vintech 200 dan 250 di arena tes ride GIIAS 2018

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah puas membahas tampilan motor retro Viar Vintech 200 dan 250, sekarang saatnya membahas impresi pertama dari kedua motor tersebut. Kompas.com menjajal keduanya di arena terbatas di pameran otomotif awal Agustus lalu.

Berada di atas kedua motor tersebut tidak ada perbedaan signifikan. Hanya dari tampilan meter cluster yang membedakan yakni speedometer manual untuk Vintech 200 dan digital untuk model 250.

Tinggi jok Vintech sepertinya dibuat untuk orang Indonesia. Kompas.com yang memiliki tinggi 169 cm tidak mengalami kesulitan dengan motor yang memiliki dimensi panjang 1.920 mm, lebar 770 mm dan tinggi 1.080 mm tersebut.

Kali pertama menjajal Vintech 200, yang pertama kali didengarkan adalah deru mesin yang keluar dari knalpot motor ini. Terdengar besar dan menjanjikan kalau ini merupakan motor sport meski dengan mesin 198,8 cc.

Memasukkan gigi pertama Vintech terasa cukup keras dengan pola perpindahan gigi 1-N-2-3-4-5 untuk kebutuhan berkendara. Dari tenaga, mesin ini memberikan torsi besar di putaran bawah.

Sayangnya kecepatan tinggi belum bisa dirasakan sebab arena tes yang terbatas. Namun setidaknya sampai gigi tiga, sepeda motor ini menjanjikan tenaga yang mumpuni.

Baca juga: Bergaya Retro, Viar Vintech Tak Perlu Dimodifikasi Lagi

Pengunjung menjajal Viar Vintech 200 dan 250 di arena tes ride GIIAS 2018Kompas.com/Setyo Adi Pengunjung menjajal Viar Vintech 200 dan 250 di arena tes ride GIIAS 2018

Bahasan selanjutnya langsung ke model 250. Menggunakan mesin 249,9 cc, derum mesin motor ini dinilai kalah gahar dengan adiknya yang mengusung mesin 200 cc. Meski demikian, tampilan speedometer serta DRL LED di headlamp motor ini membuat penguji menjadi semangat berkendara.

Selama berkendara, feel masalah pada transmisi tidak ditemukan pada sang kakak. Perpindahan gigi dinilai mulus untuk mengantarkan tenaga mesin sebesar 20 tk. Gambaran penyaluran tenaga pun mirip dengan sang adik, dimana pada putaran rendah torsi terasa melimpah.

Lanjut pembasan mengenai feel berkendara. Mengusung model klasik, keduanya hadir dengan gaya stang pendek. Terasa cukup sporty meski pengujian untuk jarak jauh perlu dilakukan untuk melihat ergonomis kemudi ini.

Sektor yang menjadi perhatian adalah desain tangki bahan bakar terutama di area paha pengendara. Selama beberapa waktu mengendarai kedua motor ini area pangkal tangki masih terasa tajam menekan paha bagian dalam dan dalam jangka waktu lama sepertinya cukup mengganggu. Perlu ada penyesuaian atau penambahan tank pad agar dapat menghilangkan masalah ini.

Viar belum menjual keduanya secara resmi dan memilih menampilkan motor klasik ini untuk mendapat masukan dari pengunjung pameran. Meski demikian, gambaran harga keduanya sudah bisa dilihat yakni Rp 22 juta untuk Vintech 200 dan Rp 29 juta buat Vintech 250.

Dua produk retro Viar, Vintech 200 dan 250 hadir di GIIAS 2018 beberapa waktu laluKompas.com/Setyo Adi Dua produk retro Viar, Vintech 200 dan 250 hadir di GIIAS 2018 beberapa waktu lalu


Komentar
Close Ads X