Kompas.com - 16/08/2018, 19:24 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com – Kementerian Perindustrian melalui Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Ditjen ILMATE mengaku ikut mendukung juga pengembangan skuter listrik.

Pasalnya selama ini yang sering digaungkan oleh Kemenperin lebih kepada kendaraan roda empat saja. Padahal pengembangan sepeda motor ramah lingkungan ternyata lebih cepat bergerak dibanding mobil.

Salah satunya ada calon skuter listrik nasional Gesits (Garansindo dan ITS) dan ada juga yang sudah dipasarkan ada Viar Q1.

“Kami sedang mengarah ke sana, bagaimana kami menangani sepeda motor ini dan memberikan insentif dan mendorongnya. Namun sekarang kalau yang PPnBM motor kan nol, jadi mungkin kami cari yang lain,” ujar Putu, Kamis (9/8/2018).

Baca juga: Gesits Produksi Akhir 2018, Jokowi Sudah Menanti

Dua sepeda motor listrik Viar Q1 yang dipamerkan selama GIIAS 2018.Kompas.com/Alsadad Rudi Dua sepeda motor listrik Viar Q1 yang dipamerkan selama GIIAS 2018.

Maksud dari carikan yang lain, kata Putu, mereka sedang mengupayakan pemberian insentif buat salah satu motor listrik anak negeri Gesits, melalui jalur super deductible tax dari kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang), yang sudah dilakukan di dalam negeri, atau bisa juga lewat jalur lainnya.

“Jika Gesits bisa masuk ke investasi motor listrik, baterai bisa menggunakan tax allowance, ke depan kita sedang mendiskusikan dia menggunakan (masih dalam proses) insentif RnD, super deductible tax. Banyak yang sudah kami lakukan dan bisa digunakan,” ujar Putu.

Tak bisa dipungkiri, Gesits sendiri dirancang dan dikembangkan di dalam negeri, serta melibatkan anak-anak bangsa dalam aktivitasnya dari nol sampai tahap komersialisasi. Meskipun belum 100 persen komponennya lokal, tapi patut diapresiasi kegigihannya.

Pemerintah juga tak bisa tutup mata akan kemampuan anak bangsa yang sudah mampu menguasai teknologi, dan membuat kendaraan sendiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.