AMMDes Terima Pesanan dari Bangladesh Ribuan Unit

Kompas.com - 13/08/2018, 13:42 WIB
AMMDes suskes dipesan ribuan unit selama GIIAS 2018 Dok. KMWAMMDes suskes dipesan ribuan unit selama GIIAS 2018
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Resmi diluncurkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi), Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) sukses menjaring banyak konsumen di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018. Sejak dibuka dari 2 Agustus, angka pemesanan mencai ribuan unit.

Menariknya, kendaraan buatan lokasl asal Klaten, Jawa Tengah ini, bukan hanya dipesan pengusaha dan pejabat lokal di beberapa daerah di Tanah Air, tapi juga pengusaha dari mancanegara.

"Sambutannya positif, untuk pesanan dalam negeri masih dievaluasi tim, tapi yang langsung saya terima itu dari Bangladesh, mereka pesan 1.000 unit di ekspor ke negaranya," kata Sukiat, Presiden Komisaris PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) dan PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD), saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/8/2018).

Baca juga: Misi Besar di Balik Peluncuran AMMDes

Menurut Kiat, setelah resmi diluncurkan Jokowi, beberapa pejabat daerah yang rata-rata berasal dari Pulau Jawa langsung mengkontaknya untuk memesan unit AMMDes. Begitu juga para tamu-tamu undangan dari negara tetangga yang datang ke pameran.

Kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) bakal meluncur di GIIAS 2018.STANLY RAVEL Kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) bakal meluncur di GIIAS 2018.

Untuk 1.000 unit yang dipesan ke Banglades sendiri nantinya akan digunakan sebagai alat pertanian, namun fungsinya akan dilengkapi peralatan yang berbeda-beda. Selain, AMMDes, unit lain yang dipesan adalah kendaraan perkebunan Wintor.

Baca juga: AMMDes Bukan Mobil, tapi Kendaraan

Sayangnya, meski sudah ada pemesanan namun Kiat menjelaskan bila proses pengiriman kemungkinan besar baru dilakukan pada 2019 awal. Hal ini karena menunggu proses perizinan dari Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perhubungan.

"Ya kemungkinan tahun depan, kalau sesuai rencana itu kami baru mulai produksi massal awal 2019. Mudah-mudahan kendaraan buatan Klaten, karya lokal ini diterima dengan baik dan membantu menggerakan perekonomian desa," ujar Kiat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X