Tantangan Daihatsu, Buat Ayla 100 Persen Pakai Komponen Lokal

Kompas.com - 13/08/2018, 13:08 WIB
Ayla Special Edition di GIIAS 2018. ISTIMEWAAyla Special Edition di GIIAS 2018.


JAKARTA, KOMPAS.com - Produk Daihatsu Ayla menjadi salah satu produk yang dibuat di pabrik Daihatsu di Karawang, Jawa Barat.

Sampai saat ini produk city car yang masuk ke dalam program Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau yang dikenal sebagai program kendaran LCGC ini ternyata komponen lokalnya sudah mencapai 93 persen.

"Ayla komponen lokalnya sudah 93 persen. Setiap tahun memang naik. Yang belum (dibuat lokal) ada di bagian gir," ucap Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sat ditemui beberapa waktu lalu.

Amel mengungkapkan, alasan bagian gir belum dapat diproduksi secara lokal karena untuk pengembangannya membutuhkan teknologi tinggi. Selain itu perlu diperhatikan skala produksinya minimal sebanyak dua juta unit.

"Itu sebabnya untuk beberapa suku cadang masih didatangkan dari Jepang," ucap Amel.

Lantas bagaimana untuk dapat mencapai tingkat komponen lokal 100 persen? Amel mengungkapkan itu dapat terwujud dari respon pasar otomotif di Tanah Air.

Baca juga: Banyak Tawaran untuk Meminang Ayla Turbo, Daihatsu Menolak

"Pasar otomotif kita itu 1,1 juta (wholesale) berdasarkan perkiraan Gaikindo. Kalau pun semua merek di Indonesia buat, belum masuk skala produksi (minimal dua juta unit), sehingga perlu menunggu pasar berkembang lebih dulu," ucap Amel.

Amel menjelaskan vendor yang melakukan pembuatan gir membutuhkan dana investasi yang cukup mahal. Ini sebabnya pasar yang berkembang perlu jadi jaminan usaha.

"Misal pasar China, dia 25 juta unit. Cukup untuk produksinya, harganya bisa murah. Thailand di skala produksi dua juta unit, pasarnya hanya 800 ribuan. Kita produksinya 1,2 juta," ucap Amel.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X