Cerita di Balik Pengembangan Ayla Turbo - Kompas.com

Cerita di Balik Pengembangan Ayla Turbo

Kompas.com - 13/08/2018, 10:02 WIB
Daihatsu Ayla Turbo di GIIAS 2018.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Daihatsu Ayla Turbo di GIIAS 2018.

TANGERANG, KOMPAS.com -  Tanpa produk yang benar-benar baru diluncurkan di Indonesia dan akan dipasarkan, Dahatsu ramaikan booth-nya dengan penampilan dari Ayla Turbo, hasil pengembangan divisi R&D mereka.

Mark Widjaja, Chief Designer Product Engineering Division R&D PT Astra Daihatsu Motor menceritakan, yang dilakukan pada Ayla tersebut merupakan pekerjaannya, selain membuat mobil untuk produksi massal.

“Kami menyempatkan diri kami untuk melakukan study sebagai bagian dari passion kami di R&D. Lalu mengapa Turbo, karena Turbo Aspirated ini adalah bagian dari tren dunia,” ujar Mark kepada KOMPAS.com, Rabu (8/8/2018).

Pilihan Ayla, menutur Mark, karena produk tersebut dianggap menarik. Pasalnya sampai saat ini Ayla dikenal sebagai city car yang praktis. Jadi dalam kesempatan ini, Mark dan tim mencoba study untuk transform, sekaligus memperluas posibillity Ayla sebagai mobil yang sporty dan racy.

Baca juga: Banyak Tawaran untuk Meminang Ayla Turbo, Daihatsu Menolak

Daihatsu Ayla Turbo di GIIAS 2018.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Daihatsu Ayla Turbo di GIIAS 2018.

Bukan hal yang mudah juga pada pengerjaan Ayla Turbo, Mark menyebutkan ada kesulitan yang dihadapi.

“Pertama yaitu tidak adanya ada suku cadang kompetisi buat Ayla. Kemudian ruang mesin yang kecil, sehingga kami harus peras otak agar bisa membuat impian kami menjadi kenyataan,” ujar Mark.

Bagaimana Kelanjutannya?

Menjawab pertanyaan soal nasib Ayla Turbo apakah akan dilupakan begitu saja, atau akan berlanjut, Mark mengatakan belum ada rencana. Namun, bukan tidak mungkin bagi Daihatsu membuat mesin berturbo, karena turbo disebut bukan hal baru buat mereka.

“Sejak Charade dengan mesin tipe CB, Daihatsu pernah memproduksi turbo. Demikian juga dengan Special Engine untuk Storia X4 di Jepang, menggunakan base engine dari tipe JB 712cc. Jadi semuanya tergantung permintaan pasar,” ujar Mark.


Komentar
Close Ads X