Tata Buka Jalan Produsen Otomotif India ke Indonesia

Kompas.com - 08/08/2018, 21:01 WIB
Tata Prima LX 2528.K meluncur di GIIAS 2017. IstimewaTata Prima LX 2528.K meluncur di GIIAS 2017.

TANGERANG, KOMPAS.com – Produsen otomotif asal India masih segelintir yang ada di dalam negeri, sebut saja salah satunya Tata yang sedang bermain di segmen komersial. Padahal merek-merek mobil asli India cukup banyak jumlanya.

Sadar akan hal tersebut, Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat menjawab, jika dirinya juga mau untuk menarik pebisnis otomotif lain selain Tata. Namun, tugas yang harus dilakukan pertama adalah, membuat Tata sukses di Indonesia.

“Pasalnya ke depannya , ketika Tata sukses dan besar di Indonesia, motors menjadi besar, nanti rekan-rekan di India akan melihat, dan mereka akan datang untuk berinvestasi di sini,” ujar Pradeep, Kamis (2/8/2018).

Seperti diketahui, Industri otomotif India temasuk salah satu yang terbesar di dunia., dengan total produksi mobil 4,1 juta unit. Kondisi tersebut juga melahirkan banyak merek lokal, yang tak hanya sukses di dalam negeri tapi di pasar lintas negara.

Lebih dari itu juga, gerbang baru kerjasama antar kedua negera sudah terbuka, pasca pertemuan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri India Shri Narendra Modi, pada Mei 2018 lalu.

Baca juga: Tata Motors, Pasar Tradisional dan Generasi Milenial

Tata Super Ace HT dan Xenon HD yang bakal menjelajah pasar Sumatera.ISTIMEWA Tata Super Ace HT dan Xenon HD yang bakal menjelajah pasar Sumatera.

“Jadi kami butuh pionir untuk membuka pasar. Baru kemudian semuanya akan datang ke sini,” ucap Pradeep.

Kesamaan Karakter Konsumen

Pradeep menambahkan, banyak kesamaan karakter konsumen otomotif di India dan Indonesia. Meskipun tak dipungkiri ada juga perbedaannya juga.

“Konsumen di Indonesia dan India kosumennya lebih melihat good value product. Kemudian juga dari infrastrukturnya, kondisi jalanan dan lainnya. Tantangannya juga sama, di mana menghadapi konsumen yang produk bagus tapi harga terjangkau,” ujar Pradeep.

Sementara perbedaannya, kata Pradeep, jika di India lebih memilih mobil dengan mesin kecil, 1.000cc misalnya. Market itulah yang porsinya sangat besar. Sementara Indonesia suka dengan mesin ber-cc besar.

“Jadi dengan bisa sukses di India, bukan tidak mungkin mereka bisa maju juga di dalam negeri,” ujar Pradeep.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X