Tonggak Sejarah, Kijang Capai Angka Produksi 2 Juta Unit

Kompas.com - 30/07/2018, 17:02 WIB
Generasi pertama Toyota Kijang Buaya. Febri Ardani/KompasOtomotif Generasi pertama Toyota Kijang Buaya.

JAKARTA, KOMPAS.com – Fasilitas produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia ( TMMIN) Karawang 1, berhasil mencapai jumlah produksi model legendaris, Kijang, di angka 2 juta unit, sejak diperkenalkan pada 1970-an.

Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN, Bob Azam menyebut, prestasi ini tak mungkin dicapai tanpa sinergi yang kuat dari hulu ke hilir, mulai dari para pemasok hingga jaringan dealer Toyota di Indonesia.

“Ini memacu komitmen kami, buat bisa terus mencetak milestone berikutnya, seiring dengan semangat buat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan industri otomotif nasional,” kata Bob Azam, Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN, dalam siaran resminya, Senin (30/10/2018).

Baca juga: Menanti ?Milestone? Dua Juta Toyota Kijang di Indonesia

Hadirnya Kijang merupakan respon Toyota terhadap kebijakan Pemerintah mengembangkan industri nasional, lewat pengembangan alat angkut serba guna di pertengahan 1970-an, yang realisasinya adalah pengenalan generasi pertama Toyota Kijang dalam konsep Basic Utility Vehicle (BUV), Juni 1977.

Seiring dengan kemajuan ekonomi dan kebutuhan masyarakat, rancang bangun Toyota Kijang juga terus dikembangkan, sehingga mobil ini tidak lagi hanya sebagai BUV, tapi menjadi kendaraan serba guna.

Toyota Kijang Innova Venturer Toyota Astra Motor (TAM) Toyota Kijang Innova Venturer

Dari situ mulai lahir Toyota Kijang Generasi-2 pada tahun 1981. Sejak saat itu, Toyota Kijang tidak lagi dikenal sebagai kendaraan angkutan barang (commercial), tapi juga sebagai kendaraan keluarga yang saat ini dikenal sebagai Multi-Propose Vehicle (MPV).

TKDN

Menyoal Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) Kijang terus bertambah, mulai di angka 19  persen generasi pertama, untuk lokal komponennya naik lagi ke angka 30 persen pada generasi kedua.

Tak berhenti sampai situ, rasio kandungan lokal Kijang bertambah lagi menjadi 40 persen pada generasi ketiga (Kijang Super) yang diluncurkan 1986.  Selanjutnya generasi keempat (Kapsul) 1997 memiliki TKDN sebesar 53 persen.

Sedangkan Kijang Innova (generasi kelima) dan Grand New Kijang Innova (keenam) secara berturut-turut memiliki TKDN 75  persen dan 85 persen.

Baca juga: Nostalgia Jusuf Kalla dengan Toyota Kijang

Jumlah pemasok lokal, yang awalnya hanya delapan perusahaan di 1977, kini menjadi 139 perusahaan. Hal ini juga berdampak pada semakin besarnya substitusi impor, serta penyerapan tenaga kerja yang terlibat dalam kegiatan produksi Kijang.

“Evolusi Kijang dari kendaraan komersial dengan teknologi sederhana, sampai menjadi produk MPV global, jadi cerminan industri otomotif Indonesia tumbuh secara signifikan. Sehingga mampu menjadi basis produksi dan ekspor kendaraan di segmen medium berstandar internasional. Kijang juga merupakan pembuka jalan bagi model-model Toyota lainnya untuk bisa diproduksi secara lokal” ucap Bob.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X