Bahaya Menginjak Rem Terus-menerus di Jalan Menurun

Kompas.com - 19/07/2018, 14:22 WIB
Jembatan Kenteng di ruas tol fungsional Salatiga-Kartasura, Rabu (13/6/2018) KOMPAS.com/NAZAR NURDINJembatan Kenteng di ruas tol fungsional Salatiga-Kartasura, Rabu (13/6/2018)
Penulis Alsadad Rudi
|

BOGOR, KOMPAS.com - Rem memang sangat dibutuhkan saat berkendara di jalan menurun. Namun bukan berarti harus digunakan secara terus menerus.

Dealer Skill Development Manager Honda Prospect Motor (HPM) Onsert Ophirio, menyebut, penggunaan rem terus menerus bisa menyebabkan rem blong. Kondisi seperti ini tentu saja sangat berbahaya dan mengancam keselamatan.

"Hindari menginjak rem terus menerus dalam waktu lama. Karena bisa menyebabkan rem panas dan menurunan performa. Akibatnya rem blong," kata Onsert saat kegiatan Honda Safety Driving Clinic di kawasan Sirkuit Sentul, Bogor, Minggu (15/7/2018).

Guna menghindari menginjak rem terus menerus, Onsert menyarankan pengemudi untuk menggunakan transmisi rendah saat melintas jalan menurun, seperti gigi 1 untuk mobil manual, atau L,2 atau 3 bagi mobil matik. Tujuannya agar laju mobil ikut tertahan oleh putaran mesin.

Baca juga: Rem Blong Diduga Pembawa Tragedi di Bumiayu Brebes

"Kalau memang harus mengerem, injak yang dalam, kemudian lepas. Jangan diinjak terus menerus," ucap Onsert.

Kondisi tanjakan dan turunan jalur darurat jembatan Kali Kenteng, di Susukan, Kabupaten Semarang, pada hari pertama fungsionaliasi ruas tol Salatiga-Kartasura, Jumat (8/6/2018) siang.kompas.com/ syahrul munir Kondisi tanjakan dan turunan jalur darurat jembatan Kali Kenteng, di Susukan, Kabupaten Semarang, pada hari pertama fungsionaliasi ruas tol Salatiga-Kartasura, Jumat (8/6/2018) siang.

Dealer Techical Support Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, selain perawatan kendaraan, cara mengemudi yang salah juga bisa menyebabkan rem blong saat rute menurun. Sorotan ditujukan ke para pengemudi mobil bertranmisi matik.

Menurut Didi, sering ditemui pengendara mobil matik yang tidak memindahkan tuas transmisi saat melewati rute menurun. Mereka tetap memasang tuas di posisi Drive (D). Hal itu berbeda dengan pengendara mobil transmisi manual yang biasanya langsung memindahkan tuas ke posisi gigi rendah.

Didi mengatakan, tidak dipindahkannya tuas transmisi dari D bisa membuat mobil matik hanya mengandalkan rem saat mengarungi rute menurun. Kondisi ini yang bisa memicu mendidihnya minyak rem (overheating), sehingga menimbulkan butiran air yang berdampak terhadap rem blong.

Baca juga: Diduga Rem Blong, Truk Tabrak 3 Mobil yang Berhenti di Lampu Merah di Surabaya

"Apabila turunan panjang hanya mengadalkan rem, rem akan panas dan bisa membuat minyak rem mendidih sehingga terjadi efek rem blong. Istilahnya vapor locking," kata Didi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X