Setor Data Penjualan Bakal Dilarang, Ini Kata AHM

Kompas.com - 16/07/2018, 07:42 WIB
Penjualan Honda Jawa Barat di 2016 dok. DAMPenjualan Honda Jawa Barat di 2016
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggulirkan wacana agar Agen Pemegang Merek (APM) otomotif untuk tidak menyetor data penjualan lagi ke asosiasi.

Alasan utama, bisa disalahgunakan oleh para APM untuk mengatur harga secara bersama-sama di pasar.

Rumors tersebut menimbulkan reaksi dari PT Astra Honda Motor (AHM) sebagai APM merek sepeda motor Honda di Indonesia. Menurut Thomas Wijaya, Direktur Pemasaran PT AHM bahwa AHM tergantung dari asosiasi.

Baca juga: KPPU Buka Ruang Diskusi dengan Asosiasi Otomotif

"Kita kan tergabung dalam asosiasi, jadi kami saling berkoordinasi dengan AISI terkait hal ini," kata Thomas akhir pekan lalu di kawasan Jakarta Utara.

Thomas juga menjelaskan bahwa, soal larangan itu sangat tidak ada hubungannya dengan memicu kartel. Sebab, menentukan banderol itu tergantung dari produk dan kondisi pasar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami melihat itu sama sekali tidak ada hubunganya, apapun yang dilakukan APM itu tentunya fokus untuk memenuhi kebutuhan konsumen," ujar Thomas.

Sebelumnya, Sigit Kumala Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia menolak untuk berkomentar banyak ketika dimintai keterangan mengenai persoalan ini. Namun pernyataan singkat yang disampaikan cukup mewakili dan menyindir KPPU

“Buat saya lebih enteng (dari beban kerja mengumpulkan data). Namun Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Dispenda seluruh Indonesia, Dirjen Pajak, BPS, itu juga tidak boleh minta data, karena itu data rahasia,” ujar Sigit.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X