KPPU Buka Ruang Diskusi dengan Asosiasi Otomotif - Kompas.com

KPPU Buka Ruang Diskusi dengan Asosiasi Otomotif

Kompas.com - 12/07/2018, 16:22 WIB
Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWA Ilustrasi penjualan mobil.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pernyataan Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU), yang meminta untuk Agen Pemegang Merek (APM) otomotif untuk tak lagi mengumpulkan data penjualan dan produksi ke asosiasi, meramaikan perbincangan di industri ini.

Berbalas komentar melalui perantara media pun tak terhindarkan antara keduanya. Guntur Syahputra Saragih, Komisioner dan Juru Bicara KPPU kepada KOMPAS.com menuturkan, diskusi ini jangan sampai menjadi perdebatan publik.

Mereka membuka ruang bagi pihak-pihak seperti perkumpulan APM kendaraan bermotor di dalam negeri, entah itu Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo) atau Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), untuk melakukan diskusi bersama.

“Janganlah kita melakukan perdebatan di ruang publik. Pernah dahulu kepada pelaku usaha ayam saya minta pada mereka, Gaikindo juga, silahkan mengajukan pertanyaan kepada KPPU secara resmi, dan tidak menjadi perdebatan publik,” tutur Guntur, Rabu (11/7/2018).

Baca juga: Pejelasan KPPU Menetapkan Yamaha dan Honda Bersalah

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Ketua KPPU Kurnia Toha saat memberikan keterangan pers di Gedung KPPU, Selasa (10/7/2018).KOMPAS.com/MUTIA FAUZIA Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Ketua KPPU Kurnia Toha saat memberikan keterangan pers di Gedung KPPU, Selasa (10/7/2018).

“Silahkan sampaikan kepada kami. Kami jelas membuka ruang diskusi. Kita pahami bersama duduk persoalannya. Meski terperiksa pun kami siap untuk mendengarkan,” ujar Guntur.

Guntur menyebut juga, pihaknya siap untuk dimintai pandangan dan bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan.

Namun, terkait dengan kelanjutan dari pernyataan KPPU soal potensi pelanggaran Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, Guntur masih belum mau berkomentar.

“Iya dalam proses dan pelaporan yang ada, juga proses investigasi, tidak bisa saya sampaikan di publik, mana yang sedang kami investigasi mana yang sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut, belum bisa saya publikasi,” ujat Guntur.


Komentar
Close Ads X