Nasib Tragis Mobil Termurah di Dunia - Kompas.com

Nasib Tragis Mobil Termurah di Dunia

Kompas.com - 12/07/2018, 11:19 WIB
Tata Nano, mobil paling murah di dunia.Wikipedia Tata Nano, mobil paling murah di dunia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Nasib mobil termurah di dunia Tata Nano harus berakhir. Setelah 10 tahun sejak dikenalkan pada 2008 lalu, Tata Motor Ltd resmi menghentikan produksi mobil tersebut.

Tata tercatat hanya memproduksi 1 unit Nano di Juni, turun dari 275 unit di waktu yang sama tahun lalu. Catatan ekspor, nol dibanding Juni tahun lalu yang masih mengirim 25 unit. Atas hasil ini Tata menyatakan "kondisi saat ini membuat Nano tidak dapat dilanjutkan hingga 2019".

Nasib mobil rakyat yang digaungkan Tata ini menjadi pelajaran berharga bagi produsen dari India tersebut. Memotong biaya produksi untuk mengejar gimmick menuju ketenaran mobil murah ternyata tidak berhasil baik jika hasilnya adalah produk berkualitas buruk yang memiliki tendensi terbakar.

Kegagalan Nano cukup mencolok di tengah pasar otomotif India yang tengah merangkak naik. Dari data Juni 2019 kendaraan penumpang naik 38 persen, komersial 42 persen sedang roda dua yang mendominasi pasar naik hingga 22 persen.

Baca juga: Generasi Baru Tata Nano Tanggalkan Mobil Murah

Nano sendiri ketika hadir pertama kali cukup mendapatkan perhatian. Diusung sebagai tonggak produksi rekayasa hemat biaya, Nano gagal di sisi keselamatan, jadwal produksi yang terlambat dan hasil tes keselamatan yang dipertanyakan.

Tata Nano gagal di Euro NCAPAutocar India Tata Nano gagal di Euro NCAP

Meski demikian seorang narasumber dalam perusahaan Tata mengungkapkan rasa optimisnya bahwa Nano mungkin butuh penyegaran untuk dapat bertahan. Namun bukti menunjukkan, mengejar produk murah di atas segalanya ternyata tidaklah tepat. Masyarakat India fokus pada nilai dimana mereka mendapatkan banyak fitur sesuai dengan dana mereka.

Hyundai dan Suzuki

Sebagai contoh, Hyundai Motor Co, pabrikan otomotif terbesar setelah Maruti Suzuki, mengambil langkah menaikkan harga produk mereka. Setelah beberapa dekade mereka memposisikan diri sebagai merek "biasa".

Maruti Suzuki sebagi produsen terbesar juga mengambil kebijakan yang sama. Model-model seperti Baleno, DZire dan Brezza sekaranga mendapat angka penjualan terbesar dibandingkan produk entry level seperti Alto dan Wagon-R.

Rencana kebijakan untuk membuat Nano menjadi kendaraan listrik dinilai salah arah. Kendaraan listrik akhirnya mengalami benturan masalah seperti biaya tinggi, serta tidak ada kecocokan menyandingkan teknologi tinggi dengan merek berharga sangat murah.

Tata Nano mengusung mesin 624 cc dua silinder yang menghasilkan tenaga 38 ps pada 5.500 rpm dan torsi 51 Nm pada 4000 rpm.


Komentar
Close Ads X