Ban buat Mobil Niaga yang Biasa Kelebihan Muatan - Kompas.com

Ban buat Mobil Niaga yang Biasa Kelebihan Muatan

Kompas.com - 08/07/2018, 20:16 WIB
Peluncuran ban Michelin XCD 2 oleh PT Michelin Indonesia di Kawasan Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (8/7/2018)KOMPAS.com / Andi Hartik Peluncuran ban Michelin XCD 2 oleh PT Michelin Indonesia di Kawasan Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (8/7/2018)

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - PT Michelin Indonesia meluncurkan produk ban terbarunya, Michelin XCD 2 di kawasan Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (8/7/2018).

Ban yang dirancang untuk kendaraan niaga ringan atau light commercial vehicle (LCV) itu memiliki tingkat keselamatan dan daya tahan terhadap beban yang kuat. Sehingga, ban tersebut cocok untuk kendaraan niaga ringan yang biasa melebihi muatan.

"Kita ingin membantu mereka dalam mengangkut sembako, buah-buahan, jangan sampai mereka mengalami kendala di jalan. Seperti pecah ban," kata Customer Engenering Support PT Michelin Indonesia, Fachrul Rozi.

Rozi mengatakan, ban Michelin XCD 2 memiliki spesifikasi khusus yang membuat ban tersebut tidak mudah pecah, tidak gampang panas dan tetap stabil meski ditopang oleh beban yang melebihi muatan.

Baca juga: Marquez Merasa Lebih Sulit dengan Kompon Baru Michelin

Di antaranya adalah kombinasi lapisan karet alami dan karet sintetis. Karet alami yang terdapat pada ban dapat melindungi lapisan luar sehingga tidak cepat tipis. Sedangkan karet sintetis membuat lapisan dalam lebih lunak sehingga tidak mudah panas meski dipakai untuk perjalanan jarak jauh.

Selain itu, ban XCD 2 memiliki lapisan yang kuat dengan tambahan lima kawat baja sehingga ban tersebut tidak mudah rusak.

President Director PT Michelin Indonesia, Fritz Mueller mengatakan, peluncuran Michelin XCD 2 untuk memenuhi kebutuhan aktivitas usaha dalam mengangkut barang.

"Kami menghadirkan Michelin XCD 2 untuk memenuhi kebutuhan para pelaku usaha agar kegiatan usahanya memberikan manfaat yang optimal," kata Mueller.



Close Ads X