Korelasi Ajang MXGP dengan Penjualan Motor Trail

Kompas.com - 07/07/2018, 08:42 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Indonesia sudah dua tahun terakhir masuk dalam kalender Motocross Grand Prix (MXGP). Tahun ini digelar dua kali, yaitu di Pangkal Pinang pada 1 Juli dan Semarang, Jawa Tengah 8 Juli 2018.

Ajang balap motocross yang tergolong baru, ternyata belum berpengaruh besar pada penjualan motor trail di Indonesia, khususnya merek Honda.

"Kita masih melihat animonya belum terlalu besar. Mungkin karena baru dua tahun, ke depan bisa saja meningkat dan kita harapkan seperti itu," ujar Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/7/2018) malam.

Baca juga: Resmi, Indonesia Gelar Dua Seri MXGP 2018

Thomas menjelaskan, karakter konsumen di Indonesia itu berbeda. Misal segmen motor sport dengan trail, sudah pasti pengaruh MotoGP lebih besar, ketimbang ajang seperti adventure atau balapan trail.

"Mungkin jika ke depan mulai ke arah balapan yang racing untuk kelas motocross pasarnya juga bisa ikut membesar. Kalau MotoGP kan sudah jelas pengaruhnya besar sekali terhadap penjualan," kata Thomas.

Baca juga: Sebelum MXGP, Freestyler Motor Dunia Beraksi di Semarang

Motor trail yang dijual AHM cukup beragam, mulai CRF150L, CRF250 Rally, hingga Africa Twin. Penjualan paling besar tetap di kelas 150 dengan rata-rata per bulan sekitar 4.000-an unit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.