Rupiah Lemah, Harga Jual Mobil Bisa Naik

Kompas.com - 07/07/2018, 08:22 WIB
Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWAIlustrasi penjualan mobil.

JAKARTA, KOMPAS.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sampai menembus angka lebih dari Rp 14.000 (Rp 14.375 per 6 Juli 2018 dari Bloomberg), menghawatirkan produsen otomotif dalam negeri.

Bahkan jika posisi dolar terus menguat di angka tersebut, harga jual kendaraan bermotor khususnya roda empat, bisa jadi akan mengalami penyesuaian. Artinya, masyarakat akan terbebani dengan harga yang melambung.

“Ini sangat berpengaruh terhadap harga mobil karena sebagian besar komponen dan bahan baku mobil yang ada di sini masih dalam bentuk dolar. Ini kalau dolar masih bertahan Rp 14.400 dalam jangka lama mungkin Agen Pemegang Merek (APM) perlu melakukan adjustment (penyesuaian) lagi,” ujar Ketua Umum Gaikindo Johannes Nangoi, Rabu (4/7/2018).

Baca juga: Gaikindo Deklarasi EURO 4 di GIIAS 2018

Namun, Nangoi mengatakan, kalau itu tergantung dari APM-nya masing-masing. Karena kebijakan dan strategi setiap merek akan berbeda-beda.

“Karena jujur, ini cukup berpengaruh. Namun ini tergantung merek per merek, mereka berbeda-beda. Ada stoknya tinggi, ada yang sedikit,” ucap Nangoi.

“Jika tidak dinaikkan harganya (jika dolar masih tinggi) mereka akan susah bertahan. Jadi pasti nanti ada adjustment, dan seberapa besar dan seberapa cepat penyesuaian harganya, ini tergantung dari merek-merek tersebut,” kata Nangoi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X