Indonesia Butuh Infrastruktur buat Kendaraan Listrik

Kompas.com - 04/07/2018, 16:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Populasi kendaraan listrik, bila sesuai target Kementerian Perindustrian sebesar 20 persen dari seluruh produksi pada 2025, bakal membantu pemanfaatan energi listrik di Indonesia. Namun, Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) menilai bantuan itu tidak akan signifikan.

MKI, asosiasi yang punya sekitar 200 anggota perorangan dari kalangan akademis, instansi, dan perusahaan terkait listrik di dalam negeri menilai Indonesia saat ini butuh peningkatan pemanfaatan energi listrik. Terutama di Pulau Jawa yang dikatakan Djoni Djulkifli, Wakil Sekretaris Jendral MKI, di Jakarta, Rabu (4/7/2018), statusnya kelebihan kapasitas.

Di Jawa, pulau dengan populasi terpadat di Tanah Air, jelas Djoni, kapasitas listriknya sudah mencapai 30.000 megawatt (MW). Pemanfaatannya baru 70 persen, sedangkan 30 persen sisanya masih menganggur.

Surplus 30 persen dianggap Djoni, dengan kemajuan teknologi yang ada sekarang, terlalu besar. Jadi, kemajuan industri yang diiringi pengembangan teknologi baru, diharapkan bisa menambah pemanfaatan energi listrik.

Baca juga: Kendaraan Listrik dan Industri Otomotif Indonesia

Baca juga: Regulasi Baru Uji Tipe Kendaraan Listrik Resmi Terbit

Ilustrasi polusi yang dikeluarkan knalpot kendaraan.Paultan.org Ilustrasi polusi yang dikeluarkan knalpot kendaraan.

Bebas polusi

Target Kemenperin produksi kendaraan listrik yang masuk program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) sebesar 20 persen pada 2025 dinilai sebagai sinyal baik untuk pemanfaatan listrik di dalam negeri oleh Djoni. Bantuan itu misalnya datang dari pembangunan infrastruktur terkait seperti stasiun pengecasan.

Baca juga: Pemerintah Terus Dorong Pengembangan Mobil Listrik

Meski begitu kuantitas pemakaiannya disebut belum membantu signifikan pemanfaatan energi listrik. 

“Ya sebenarnya kalau dilihat dari konsumsi listrik tidak. Pengecasan di jalan kalau dilihat dari kuantitasnya tidak terlalu besar. Tapi kalau kami lihat ini adalah satu sinyal kepedulian terhadap lingkungan,” ucap Djoni.

Hal positif lain yang bisa didapat dari era kendaraan listrik di Indonesia yaitu mengurangi polusi di jalanan. Menurut Djoni, dinilai dari kondisi saat ini, biarlah pemakaian bahan bakar fosil hanya terkonsentrasi pada pembangkit listrik, namun nantinya berkurang banyak dari konsumen.

“Kita lihat saja pencanangan 20 persen itu sejauh mana peta jalannya dibuat oleh Kemenperin, tentunya MKI dalam hal ini akan memantau dan siapa tahu bisa ikut mengawal juga,” kata Djoni.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.