Toyota Serahkan Prius dan Altis buat Pemerintah

Kompas.com - 04/07/2018, 15:41 WIB
Toyota Prius Hybrid yang diserahkan kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk riset. KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRIToyota Prius Hybrid yang diserahkan kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk riset.

JAKARTA, KOMPAS.com – Menyusul Mitsubishi, Nissan, BMW yang sudah lebih dahulu menempel Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian soal kendaraan listrik, kali ini giliran Toyota Indonesia yang ikut memberikan dukungan.

Toyota serahkan setidaknya 18 unit kendaraan, mulai dari enam unit Toyota Prius, enam unit Prius Prime (Plug-in Hybrid), dan enam unit Corolla Altis.

Tak hanya itu, Toyota Indonesia juga membangun enam unit stasiun pengisian level dua (4 jam pengisian, 3.500 watt), serta menyediakan asistensi teknik dalam kegiatan "Penelitian dan Studi Komprehensif Kendaraan Elektrifikasi".

Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur TMMIN Pada riset ini kami menyediakan alat berupa kendaraan, data logger, charger, dan asistensi lainnya, yang dapat dipergunakan oleh para peneliti dari universitas-universitas di Indonesia.

Baca juga: Kemenperin Kali Ini Gandeng Toyota Riset Kendaraan Listrik

Toyota Prius Hybrid.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Toyota Prius Hybrid.

“Kami berharap dukungan yang kami berikan ini dapat membantu pemetaan kondisi dan kebutuhan riil pelanggan, termasuk kesiapan dan tantangan dalam mengembangkan industri dan infrastruktur kendaraan elektrifikasi di Indonesia sesuai arahan Kementerian Perindustrian RI,” ujar Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono, Rabu (4/7/2018).

Warih melanjutkan, ini merupakan upaya memahami secara lebih menyeluruh aspek yang memengaruhi pengembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia, terutama mengenai preferensi konsumen, industri termasuk rantai pasok serta kebutuhan infrastruktur pendukung.

Dua Tahap

Peneliti dari tiga Universitas di Indonesia, UI, ITB, UGM pada tahap pertama akan menggunakan 12 unit kendaraan elektrifikasi dan enam unit kendaraan konvensional, untuk mempelajari aspek teknikal seperti jarak tempuh, emisi, infrastruktur, dan kenyamanan pelanggan.

Itu dilakukan melalui pelacakan data, dalam penggunaan sehari-hari di tiga kota besar Indonesia, Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta selama periode tiga bulan.

Pada tahap berikutnya peneliti dari UNS, ITS dan Udayana, juga akan melakukan rangkaian studi yang sama, dengan tujuan agar data yang diperoleh lebih beragam dan komprehensif. Riset juga akan mempelajari mengenai rantai pasok industri termasuk kebutuhan ketenagakerjaan.

Nantinya, semua data-data yang terkumpul akan dianalisa dan disimpulkan untuk menjadi referensi bagi Kemenperin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X